Jumat, 03 Januari 2020

MAKALAH TENTANG MASALAH SOSIAL DAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN


ILMU SOSIAL DASAR
MASALAH SOSIAL DAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN



1KA15
ZEHAN FAHLEVI                                                              16119839


FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
JURUSAN SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
TAHUN AJARAN 2019/2020





Makalah Tentang Masalah Sosial Dalam Masyarakat

A. Latar Belakang

Secara konseptual, istilah masalah (problem) sering dibedakan dalam dua pengertian yaitu antara masalah kemasyarakatan (societal problems) dengan masalah sosial (sosial problems). Pengertian pertama berkaitan dengan berbagai gejala kehidupan masyarakat, sedang pengertian kedua berkaitan dengan berbagai gejala abnormal dalam masyarakat. Dalam rangka memahami kedua masalah tersebut, disiplin Sosiologi dan Pekerja Sosial (Social Work) mempunyai andil yang signifikan. Sosiologi berupaya untuk menyelidiki berbagai persoalan umum dalam kehidupan masyarakat, dengan tujuan untuk menemukan dan menafsirkan kenyataan-kenyataan kehidupan kemasyarakatan. Pekerja sosial melakukan berbagai upaya perbaikan dan penanganan terhadap persoalan tersebut. Jadi, sosiologi berusaha memahami gejala-gejala atau kekuatan-kekuatan kemasyarakatan, termasuk masalah sosial, sedang Pekerja Sosial berusaha untuk menanggulangi gejala-gejala abnormal atau masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat.
Gejala-gejala sosial di dalam masyarakat yang tidak dikehendaki dan diinginkan oleh masyarakat dapat disebut masalah sosial. Hal ini merupakan gejala yang abnormal atau gejala-gejala yang patologis. Masalah-masalah sosial begitu mengganggu dan menghantui kehidupan manusia dalam kebudayaan dan peradabannya karena dapat dipastikan hal tersebut dapat menjauhkan manusia dari kesejatraannya.
Ditinjau dari sudut ilmu sosial bahwa masalah-masalah sosial timbul akibat proses proses perubahan sosial. Perubahan sosial dan kebudayaan ini adalah proses-proses yang secaratetap dan terus menerus dialami oleh setiap masyarakat manusia, cepat atau lambat, berlangsung dengan tenag ataupun berlangsung dengan kekacauan












B. PEMBAHASAN

1.              Masalah Sosial
Masalah sosial menyangkut nilai-nilai  sosial dan moral. Masalah tersebut merupakan persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang inmoral, berlawanan dengan hukum dan bersifat merusak. Oleh sebab itu, maslah-masalah sosial tak akan mungkin ditelaah tanpa mempertimbangkan ukuran-ukuran masyarakat mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Sosiologi menyangkut teori yang hanya dalam batas tertentu menyangkut nilai-nilai sosial dan moral, yang terpokok adalah aspek ilmiahnya.
Maslah sosial masyarakat menyangkut analisis tentang macam-macam gejala kehidupan masyarakat, sedangkan problema sosial meneliti gejala-gejala abnormal masyarakat dengan maksud untuk memperbaiki atau bahkan untuk menghilangkannya. Sosiologi menyelidiki persoalan-persoalan umum dalam masyarakat dengan maksud untuk menemukan dan menafsirkan kenyataan-kenyataan kehidupan masyrakat. Sementara itu, usaha-usaha perbaikannya merupakan bagian dari pekerjaan sosial. Dengan kata lain sosiologi berusaha untuk memahami kekuatan-kekuatan dasar yang berda di belakang tata kelakuan sosial. Pekerjaan sosial berusaha untuk menganggulangi gejala-gejala abnormal dalam masyarakat, atau untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.

Masalah sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Atau, menghambat terpenuhinya keinginan-keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut sehingga menyebabkan kepincangan ikatan sosial. Dalam keadaan normal terdapat integrasi serta keadaan yang sesuai pada hubungan-hubungan antar unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat. Apabila antar unsur-unsur tersebut terjadi bentrokan, maka hubungan-hubungan sosial akan terganggu sehingga mungkin terjadi kegoyahan dalam kehidupan kelompok.




Perumusan masalah sosial tidak begitu sukar, daripada usaha-usaha untuk membuat suatu indeks yang memberi petunjuk akan adanya masalah sosial tersebut. Para sosiologi telah banyak mengusahakan adanya indeks-indeks tersebut seperti misalnya indeks simple rates , yaitu angka laju gejala-gejala abnormal dalam masyarakat, angka-angka bunuh diri, perceraian, kejahatan anak-anak, dan seterusnya. Sering kali juga diusahakan sistem composite indices,  yaitu gabungan indeks-indeks dari bermacam-macam aspek yang mempunyai kaitan satu sama lainnya contohnya angka bunuh diri di hungkan dengan tingkat kemiskinan yang menjadi faktor melakukan tindakan tersebut. Namun demikian, ada beberapa ukuran umum yang dapat dipakai sebagai ukuran terjadinya suatu disorganisasi dalam masyarakat umpamanya adanya keresahan sosial. Karena terjadinya pertentangan antara golongan-golongan dalam masyarakat, frekuensi penemuan baru yang fundamental dalam kebudayaan dan masyarakat tersebut juga menyebabkan perubahan-perubahan.



2.              Klasifikasi Masalah Sosial dan Penyebabnya
Sebuah masalah sosial sesungguhnya merupakan akibat dari interaksi sosial. Dalam keadaan normal terdapat integrasi serta keadaan yang sesuai pada hubungan antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat.
Ada banyak faktor yang menjadi sumber masalah sosial di dalam masyarakat, diantaranya adalah faktor ekonomis, biologis, psikologis dan kebudayaan setempat. Semua faktor itu memunculkan kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial. Setiap kelompok masyarakat memiliki norma sendiri yang menjadi ukuran kesejahtera, kesehatan, serta penyesuaian diri baik individu maupun kelompok.

 Soejono Soekanto membedakan masalah sosial menjadi empat, yaitu :
a. Masalah sosial dari faktor ekonomis, misalnya kemiskinan, pengangguran.
b. Masalah sosial dari faktor biologis, misalnya penyakit menular
c. Masalah sosial dsri fsktor psikologis, misalnya penyakit saraf, bunuh diri, gila dll
d. Masalah sosial dari faktor kebudayaan, misalnya perceraian, pencurian, kenakalan remaja, konflik ras dll.

Pengelompokan yang lainnya adalah berdasarkan :
a. Kepincangan warisan fisik yang diakibatkan oleh pengurangan atau pembatasan-pembatasan sumber daya alam.

b. Warisan sosial, misalnya pertumbuhan dan berkurangnya penduduk, pembatasan kelahiran,migrasi, angka harapan hidup, kualitas hidup, pengangguran, depresi, pendidikan, politik dan supremasi hukum

c. Kebijakan sosial, misalnya perencanaan ekonomi, perencanaan sosial dll.


3.        Ukuran-Ukuran Sosiologi Terhadap Masalah Sosial
Para ahli sosiologi menyusun ukuran-ukuran atau kriteria masalah sosial. Diantaranya adalah sebagai berikut.

Kriteria Umum
Masalah sosial terjadi karena ada perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai dalam suatu masyarakat dengan kondisi-kondisi nyata kehidupan. Artinya, ada ketidakcocokan antara anggapan-anggapan masyarakat tentang apa yang seharusnya terjadi dengan yang telah terjadi dalam kenyataannya. Tingkatan perbedaan tersebut berbeda untuk setiap masyarakat, tergantung pada nilai-nilai yang mereka anut bersama. Contoh, di Indonesia kumpul kebo dilihat sebagai masalah, sedangkan di Amerika tidak.

Sumber Masalah Sosial
Selain dari proses-proses sosial, masalah sosial juga berasal dari bencana alam, seperti gempa bumi, kemarau panjang, dan banjir. Contoh, banjir bukanlah sebuah masalah sosial. Namun, akibat lanjutan yang ditimbulkannya seperti kehilangan tempat tinggal merupakan sebuah masalah sosial.

Pihak yang Menetapkan Masalah Sosial
Dalam masyarakat umumnya terdapat sekelompok kecil individu yang mempunyai kekuasaan dan wewenang lebih besar dari yang lainnya untuk membuat atau menentukan apakah sesuatu dianggap masalah sosial atau bukan. Kelompok-kelompok itu antara lain pemerintah, tokoh masyarakat, organisasi sosial, dewan atau musyawarah masyarakat.

Masalah Sosial Nyata dan Laten
Masalah sosial nyata adalah masalah sosial yang timbul sebagai akibat terjadinya kepincangan-kepincangan yang disebabkan tidak sesuainya tindakan dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Masalah sosial nyata umumnya berusaha dihilangkan. Masalah sosial laten adalah masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat tetapi tidak diakui sebagai masalah. Hal ini umumnya disebabkan karena ketidakberdayaan masyarakat untuk mengatasinya. Contoh masalah sosial laten adalah korupsi.

Perhatian Masyarakat dan Masalah Sosial
Suatu kejadian atau rentetan peristiwa berubah menjadi masalah sosial ketika hal itu menarik perhatian masyarakat. Masyarakat secara intens membahas dan menggugat peristiwa-peristiwa tersebut. Namun demikian, tidak semua masalah sosial menjadi perhatian masyarakat. Sebaliknya suatu yang menjadi perhatian masyarakat juga belum tentu merupakan masalah sosial. Contoh, merebaknya pelanggaran lalu lintas adalah masalah sosial, namun tidak menarik perhatian masyarakat. Sebaliknya, terbaliknya atau tergulingnya sebuah bus bukanlah masalah sosial walaupun menarik perhatian masyarakat.





4.        Beberapa Masalah Sosial Penting
                   masalah sosial menjadi empat, yaitu sebagai berikut.
a. Masalah sosial dari faktor ekonomis, seperti kemiskinan dan pengangguran.
b. Masalah sosial dari faktor biologis, seperti penyakit menular.
c. Masalah sosial dari faktor psikologis, seperti penyakit saraf dan bunuh diri.
d. Masalah sosial dari faktor kebudayaan, seperti perceraian dan kenakalan remaja.


CARA MENANGGULANGI KEMISKINAN DI INDONESIA

1. Mengelola sumber daya alam yang ada di Indonesia dengan sebaik mungkin.
2. Meningkatkan kualitas mutu Sumber Daya Manusianya.
3. Membuka peluang investasi.
4. Meningkatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
5. Memajukan pariwisata serta keadaan sosial dan budaya.
6. Memperlebar dan menambah jumlah pengusaha, baik pengusaha kecil maupun    besar.
7. Membeli segala produk asli dalam negeri.
8. Mengurangi Impor dan memperbanyak ekspor.
9. Memperbaiki infrastruktur sebagai sarana penghubung perekonomian.
10. Mendirikan Balai Latihan Kerja untuk masyarakat.

C.      KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari makalah maslah sosial ini adalah :
1.             Masalah sosial menyangkut nilai-nilai  sosial dan moral. Masalah tersebut merupakan persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang inmoral, berlawanan dengan hukum dan bersifat merusak.
2.             Sesuai dengan sumber-sumbernya maslah sosial dapat diklasifkasikan dalam keempat kategori, yaitu  faktor-faktor ekonomis, biologis, psikologis dan kebudayaan.
3.             Ukuran- Ukuran Sosiologi Terhadap Masalah Sosial meliputi,  Kriteria Utama, Sumber-Sumber Sosial dan Masalah Sosial, Pihak-pihak   yang Menetapkan Apakah suatu Kepincangan Merupakan Masalah Sosial atau Tidak, Perhatian Masyarkat dan Masalah Sosial
4.             Beberapa masalah sosial penting meliputi, kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, masalah generasi muda dalam masyarakat modern, peperangan, pelanggaran terhadap norma-norma masyarakat, masalah kependudukan, masalah lingkungan hidup, birokrasi.
5.             Dalam memecahkan masalah sosial ada beberapa metode yang dapat digunakan yaitu, metode preventif dan metode represif.


Peningkatan Layanan Berkelanjutan

  Peningkatan Layanan Berkelanjutan Disusun Oleh : Zehan Fahlevi (16119839) FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS GUNAD...