ILMU SOSIAL DASAR
MASALAH SOSIAL DAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN
1KA15
ZEHAN
FAHLEVI 16119839
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
DAN TEKNOLOGI INFORMASI
JURUSAN SISTEM
INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
TAHUN AJARAN 2019/2020
Makalah Tentang Masalah Sosial Dalam Masyarakat
A. Latar Belakang
Secara konseptual, istilah masalah (problem) sering dibedakan dalam dua
pengertian yaitu antara masalah kemasyarakatan (societal problems) dengan
masalah sosial (sosial problems). Pengertian pertama berkaitan dengan berbagai
gejala kehidupan masyarakat, sedang pengertian kedua berkaitan dengan berbagai
gejala abnormal dalam masyarakat. Dalam rangka memahami kedua masalah tersebut,
disiplin Sosiologi dan Pekerja Sosial (Social Work) mempunyai andil yang
signifikan. Sosiologi berupaya untuk menyelidiki berbagai persoalan umum dalam
kehidupan masyarakat, dengan tujuan untuk menemukan dan menafsirkan
kenyataan-kenyataan kehidupan kemasyarakatan. Pekerja sosial melakukan berbagai
upaya perbaikan dan penanganan terhadap persoalan tersebut. Jadi, sosiologi berusaha
memahami gejala-gejala atau kekuatan-kekuatan kemasyarakatan, termasuk masalah
sosial, sedang Pekerja Sosial berusaha untuk menanggulangi gejala-gejala
abnormal atau masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat.
Gejala-gejala sosial di dalam masyarakat yang tidak dikehendaki dan
diinginkan oleh masyarakat dapat disebut masalah sosial. Hal ini merupakan
gejala yang abnormal atau gejala-gejala yang patologis. Masalah-masalah sosial
begitu mengganggu dan menghantui kehidupan manusia dalam kebudayaan dan
peradabannya karena dapat dipastikan hal tersebut dapat menjauhkan manusia dari
kesejatraannya.
Ditinjau dari sudut ilmu sosial bahwa masalah-masalah sosial timbul
akibat proses proses perubahan sosial. Perubahan sosial dan kebudayaan ini
adalah proses-proses yang secaratetap dan terus menerus dialami oleh setiap
masyarakat manusia, cepat atau lambat, berlangsung dengan tenag ataupun
berlangsung dengan kekacauan
B. PEMBAHASAN
1.
Masalah Sosial
Masalah
sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral. Masalah tersebut
merupakan persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang inmoral, berlawanan
dengan hukum dan bersifat merusak. Oleh sebab itu, maslah-masalah sosial tak
akan mungkin ditelaah tanpa mempertimbangkan ukuran-ukuran masyarakat mengenai
apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk. Sosiologi menyangkut teori
yang hanya dalam batas tertentu menyangkut nilai-nilai sosial dan moral, yang
terpokok adalah aspek ilmiahnya.
Maslah sosial
masyarakat menyangkut analisis tentang macam-macam gejala kehidupan masyarakat,
sedangkan problema sosial meneliti gejala-gejala abnormal masyarakat dengan
maksud untuk memperbaiki atau bahkan untuk menghilangkannya. Sosiologi
menyelidiki persoalan-persoalan umum dalam masyarakat dengan maksud untuk
menemukan dan menafsirkan kenyataan-kenyataan kehidupan masyrakat. Sementara
itu, usaha-usaha perbaikannya merupakan bagian dari pekerjaan sosial. Dengan
kata lain sosiologi berusaha untuk memahami kekuatan-kekuatan dasar yang berda
di belakang tata kelakuan sosial. Pekerjaan sosial berusaha untuk
menganggulangi gejala-gejala abnormal dalam masyarakat, atau untuk memecahkan persoalan-persoalan
yang dihadapi oleh masyarakat.
Masalah
sosial merupakan suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau
masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Atau, menghambat
terpenuhinya keinginan-keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut sehingga
menyebabkan kepincangan ikatan sosial. Dalam keadaan normal terdapat integrasi
serta keadaan yang sesuai pada hubungan-hubungan antar unsur-unsur kebudayaan
atau masyarakat. Apabila antar unsur-unsur tersebut terjadi bentrokan, maka
hubungan-hubungan sosial akan terganggu sehingga mungkin terjadi kegoyahan
dalam kehidupan kelompok.
Perumusan
masalah sosial tidak begitu sukar, daripada usaha-usaha untuk membuat suatu
indeks yang memberi petunjuk akan adanya masalah sosial tersebut. Para
sosiologi telah banyak mengusahakan adanya indeks-indeks tersebut seperti
misalnya indeks simple rates , yaitu angka laju gejala-gejala
abnormal dalam masyarakat, angka-angka bunuh diri, perceraian, kejahatan
anak-anak, dan seterusnya. Sering kali juga diusahakan sistem composite
indices, yaitu gabungan indeks-indeks dari bermacam-macam aspek yang
mempunyai kaitan satu sama lainnya contohnya angka bunuh diri di hungkan dengan
tingkat kemiskinan yang menjadi faktor melakukan tindakan tersebut. Namun
demikian, ada beberapa ukuran umum yang dapat dipakai sebagai ukuran terjadinya
suatu disorganisasi dalam masyarakat umpamanya adanya keresahan sosial. Karena
terjadinya pertentangan antara golongan-golongan dalam masyarakat, frekuensi
penemuan baru yang fundamental dalam kebudayaan dan masyarakat tersebut juga
menyebabkan perubahan-perubahan.
2.
Klasifikasi Masalah Sosial dan
Penyebabnya
Sebuah masalah sosial sesungguhnya merupakan
akibat dari interaksi sosial. Dalam keadaan normal terdapat integrasi serta
keadaan yang sesuai pada hubungan antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat.
Ada banyak faktor yang menjadi sumber masalah sosial di dalam masyarakat, diantaranya adalah faktor ekonomis, biologis, psikologis dan kebudayaan setempat. Semua faktor itu memunculkan kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial. Setiap kelompok masyarakat memiliki norma sendiri yang menjadi ukuran kesejahtera, kesehatan, serta penyesuaian diri baik individu maupun kelompok.
Soejono Soekanto membedakan masalah sosial menjadi empat, yaitu :
a. Masalah sosial dari faktor ekonomis, misalnya kemiskinan, pengangguran.
b. Masalah sosial dari faktor biologis, misalnya penyakit menular
c. Masalah sosial dsri fsktor psikologis, misalnya penyakit saraf, bunuh diri, gila dll
d. Masalah sosial dari faktor kebudayaan, misalnya perceraian, pencurian, kenakalan remaja, konflik ras dll.
Pengelompokan yang lainnya adalah berdasarkan :
a. Kepincangan warisan fisik yang diakibatkan oleh pengurangan atau pembatasan-pembatasan sumber daya alam.
b. Warisan sosial, misalnya pertumbuhan dan berkurangnya penduduk, pembatasan kelahiran,migrasi, angka harapan hidup, kualitas hidup, pengangguran, depresi, pendidikan, politik dan supremasi hukum
c. Kebijakan sosial, misalnya perencanaan ekonomi, perencanaan sosial dll.
Ada banyak faktor yang menjadi sumber masalah sosial di dalam masyarakat, diantaranya adalah faktor ekonomis, biologis, psikologis dan kebudayaan setempat. Semua faktor itu memunculkan kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial. Setiap kelompok masyarakat memiliki norma sendiri yang menjadi ukuran kesejahtera, kesehatan, serta penyesuaian diri baik individu maupun kelompok.
Soejono Soekanto membedakan masalah sosial menjadi empat, yaitu :
a. Masalah sosial dari faktor ekonomis, misalnya kemiskinan, pengangguran.
b. Masalah sosial dari faktor biologis, misalnya penyakit menular
c. Masalah sosial dsri fsktor psikologis, misalnya penyakit saraf, bunuh diri, gila dll
d. Masalah sosial dari faktor kebudayaan, misalnya perceraian, pencurian, kenakalan remaja, konflik ras dll.
Pengelompokan yang lainnya adalah berdasarkan :
a. Kepincangan warisan fisik yang diakibatkan oleh pengurangan atau pembatasan-pembatasan sumber daya alam.
b. Warisan sosial, misalnya pertumbuhan dan berkurangnya penduduk, pembatasan kelahiran,migrasi, angka harapan hidup, kualitas hidup, pengangguran, depresi, pendidikan, politik dan supremasi hukum
c. Kebijakan sosial, misalnya perencanaan ekonomi, perencanaan sosial dll.
3. Ukuran-Ukuran
Sosiologi Terhadap Masalah Sosial
Para ahli sosiologi menyusun ukuran-ukuran atau kriteria masalah sosial.
Diantaranya adalah sebagai berikut.
Kriteria Umum
Masalah sosial terjadi karena ada perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai dalam suatu masyarakat dengan kondisi-kondisi nyata kehidupan. Artinya, ada ketidakcocokan antara anggapan-anggapan masyarakat tentang apa yang seharusnya terjadi dengan yang telah terjadi dalam kenyataannya. Tingkatan perbedaan tersebut berbeda untuk setiap masyarakat, tergantung pada nilai-nilai yang mereka anut bersama. Contoh, di Indonesia kumpul kebo dilihat sebagai masalah, sedangkan di Amerika tidak.
Sumber Masalah Sosial
Selain dari proses-proses sosial, masalah sosial juga berasal dari bencana alam, seperti gempa bumi, kemarau panjang, dan banjir. Contoh, banjir bukanlah sebuah masalah sosial. Namun, akibat lanjutan yang ditimbulkannya seperti kehilangan tempat tinggal merupakan sebuah masalah sosial.
Pihak yang Menetapkan Masalah Sosial
Dalam masyarakat umumnya terdapat sekelompok kecil individu yang mempunyai kekuasaan dan wewenang lebih besar dari yang lainnya untuk membuat atau menentukan apakah sesuatu dianggap masalah sosial atau bukan. Kelompok-kelompok itu antara lain pemerintah, tokoh masyarakat, organisasi sosial, dewan atau musyawarah masyarakat.
Masalah Sosial Nyata dan Laten
Masalah sosial nyata adalah masalah sosial yang timbul sebagai akibat terjadinya kepincangan-kepincangan yang disebabkan tidak sesuainya tindakan dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Masalah sosial nyata umumnya berusaha dihilangkan. Masalah sosial laten adalah masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat tetapi tidak diakui sebagai masalah. Hal ini umumnya disebabkan karena ketidakberdayaan masyarakat untuk mengatasinya. Contoh masalah sosial laten adalah korupsi.
Perhatian Masyarakat dan Masalah Sosial
Suatu kejadian atau rentetan peristiwa berubah menjadi masalah sosial ketika hal itu menarik perhatian masyarakat. Masyarakat secara intens membahas dan menggugat peristiwa-peristiwa tersebut. Namun demikian, tidak semua masalah sosial menjadi perhatian masyarakat. Sebaliknya suatu yang menjadi perhatian masyarakat juga belum tentu merupakan masalah sosial. Contoh, merebaknya pelanggaran lalu lintas adalah masalah sosial, namun tidak menarik perhatian masyarakat. Sebaliknya, terbaliknya atau tergulingnya sebuah bus bukanlah masalah sosial walaupun menarik perhatian masyarakat.
Kriteria Umum
Masalah sosial terjadi karena ada perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai dalam suatu masyarakat dengan kondisi-kondisi nyata kehidupan. Artinya, ada ketidakcocokan antara anggapan-anggapan masyarakat tentang apa yang seharusnya terjadi dengan yang telah terjadi dalam kenyataannya. Tingkatan perbedaan tersebut berbeda untuk setiap masyarakat, tergantung pada nilai-nilai yang mereka anut bersama. Contoh, di Indonesia kumpul kebo dilihat sebagai masalah, sedangkan di Amerika tidak.
Sumber Masalah Sosial
Selain dari proses-proses sosial, masalah sosial juga berasal dari bencana alam, seperti gempa bumi, kemarau panjang, dan banjir. Contoh, banjir bukanlah sebuah masalah sosial. Namun, akibat lanjutan yang ditimbulkannya seperti kehilangan tempat tinggal merupakan sebuah masalah sosial.
Pihak yang Menetapkan Masalah Sosial
Dalam masyarakat umumnya terdapat sekelompok kecil individu yang mempunyai kekuasaan dan wewenang lebih besar dari yang lainnya untuk membuat atau menentukan apakah sesuatu dianggap masalah sosial atau bukan. Kelompok-kelompok itu antara lain pemerintah, tokoh masyarakat, organisasi sosial, dewan atau musyawarah masyarakat.
Masalah Sosial Nyata dan Laten
Masalah sosial nyata adalah masalah sosial yang timbul sebagai akibat terjadinya kepincangan-kepincangan yang disebabkan tidak sesuainya tindakan dengan norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Masalah sosial nyata umumnya berusaha dihilangkan. Masalah sosial laten adalah masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat tetapi tidak diakui sebagai masalah. Hal ini umumnya disebabkan karena ketidakberdayaan masyarakat untuk mengatasinya. Contoh masalah sosial laten adalah korupsi.
Perhatian Masyarakat dan Masalah Sosial
Suatu kejadian atau rentetan peristiwa berubah menjadi masalah sosial ketika hal itu menarik perhatian masyarakat. Masyarakat secara intens membahas dan menggugat peristiwa-peristiwa tersebut. Namun demikian, tidak semua masalah sosial menjadi perhatian masyarakat. Sebaliknya suatu yang menjadi perhatian masyarakat juga belum tentu merupakan masalah sosial. Contoh, merebaknya pelanggaran lalu lintas adalah masalah sosial, namun tidak menarik perhatian masyarakat. Sebaliknya, terbaliknya atau tergulingnya sebuah bus bukanlah masalah sosial walaupun menarik perhatian masyarakat.
4. Beberapa
Masalah Sosial Penting
masalah sosial menjadi empat, yaitu sebagai berikut.
a. Masalah sosial dari faktor ekonomis, seperti kemiskinan dan pengangguran.
b. Masalah sosial dari faktor biologis, seperti penyakit menular.
c. Masalah sosial dari faktor psikologis, seperti penyakit saraf dan bunuh diri.
d. Masalah sosial dari faktor kebudayaan, seperti perceraian dan kenakalan remaja.
a. Masalah sosial dari faktor ekonomis, seperti kemiskinan dan pengangguran.
b. Masalah sosial dari faktor biologis, seperti penyakit menular.
c. Masalah sosial dari faktor psikologis, seperti penyakit saraf dan bunuh diri.
d. Masalah sosial dari faktor kebudayaan, seperti perceraian dan kenakalan remaja.
CARA MENANGGULANGI KEMISKINAN DI INDONESIA
1. Mengelola sumber daya alam yang ada di Indonesia dengan sebaik
mungkin.
2. Meningkatkan kualitas mutu Sumber Daya
Manusianya.
3. Membuka peluang investasi.
4. Meningkatkan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi.
5. Memajukan pariwisata serta keadaan sosial
dan budaya.
6. Memperlebar
dan menambah jumlah pengusaha, baik pengusaha kecil maupun besar.
7. Membeli segala produk asli dalam negeri.
8. Mengurangi Impor dan memperbanyak ekspor.
9. Memperbaiki infrastruktur sebagai sarana
penghubung perekonomian.
10. Mendirikan Balai Latihan Kerja untuk
masyarakat.
C. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari
makalah maslah sosial ini adalah :
1. Masalah sosial
menyangkut nilai-nilai sosial dan moral. Masalah tersebut merupakan
persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang inmoral, berlawanan dengan hukum
dan bersifat merusak.
2. Sesuai dengan
sumber-sumbernya maslah sosial dapat diklasifkasikan dalam keempat kategori,
yaitu faktor-faktor ekonomis, biologis, psikologis dan kebudayaan.
3. Ukuran- Ukuran
Sosiologi Terhadap Masalah Sosial meliputi, Kriteria Utama, Sumber-Sumber
Sosial dan Masalah Sosial, Pihak-pihak yang Menetapkan Apakah suatu
Kepincangan Merupakan Masalah Sosial atau Tidak, Perhatian Masyarkat dan
Masalah Sosial
4. Beberapa masalah
sosial penting meliputi, kemiskinan, kejahatan, disorganisasi keluarga, masalah
generasi muda dalam masyarakat modern, peperangan, pelanggaran terhadap
norma-norma masyarakat, masalah kependudukan, masalah lingkungan hidup,
birokrasi.
5. Dalam memecahkan
masalah sosial ada beberapa metode yang dapat digunakan yaitu, metode preventif
dan metode represif.
