Minggu, 10 November 2019

INDIVIDU,KELUARGA DAN MASYARAKAT (ISD)

ILMU SOSIAL DASAR (ISD)
INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT




Kelas 1KA15
Kelompok 2

1.     Husain Morteza                                           17119529  
2.     Muhammad Adrian Syahrial                       13119964
3.     Muhammad Hafidz Adityaswara                14119201  
4.     Zehan Falevi                                               16119839

SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019/2020



KATA PENGANTAR

            Puji dan Syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenai “Individu, Keluarga dan Masyarakat”.
            Makalah ini dibuat dengan berbagai referensi. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
            Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. 
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.



Depok, November 2019
Penulis

FOTO KELOMPOK 2
ILMU SOSIAL DASAR (ISD)





DAFTAR ISI

Halaman Judul                                                                                                                       
Kata Pengantar   ...........................................................................................     i
Foto Kelompok   ..........................................................................................    ii
Daftar Isi   ....................................................................................................   iii
BAB I PENDAHULUAN   ..........................................................................    1
A.    Latar Belakang   ...............................................................................     1
B.     Rumusan Masalah   .........................................................................     1
C.    Tujuan   ............................................................................................     1
D.    Manfaat   ..........................................................................................     1
BAB II ISI   .................................................................................................     2
A.    Individu   ............................................................................................     2
B.     Keluarga   ...........................................................................................    3
C.     
Masyarakat   .......................................................................................     9
D.    Hubungan Antara Individu, Keluarga dan Masyarakat   ..................     16
BAB III PENUTUP   ..................................................................................     17
A.    Kesimpula   .......................................................................................     17
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
            Sebagai seorang manusia hendaknya kita mengetahui bahwa Allah SWT menciptakan makhluk – makhluk nya untuk saling membantu. Oleh karena itu kami mencoba untuk mengingatkan kembali akan pentingnya bermasyarakat karena manusia adalah makhluk sosial.
            Manusia sebagai makhluk individu, keluarga, dan masyarakat oleh karenanya manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial yang selalu hidup berkelompok atau berorganisasi dan membutuhkan orang lain. Masyarakat merupakan wadah berkumpulnya individu-individu yang hidup secara sosial, masyarakat terdiri dari ‘Saya’, ‘Anda’ dan ‘Mereka’ yang memiliki kehendak dan keinginan hidup bersama. Kita tahu dan menyadari bahwa manusia sebagai individu dan makhluk sosial serta memahami tugas dan kewajibannya dalam setiap tatanan kehidupan berkelompok dan dalam struktur dan sistem sosial yang ada.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari individu, keluarga dan masyarakat?
2.      Apa fungsi dari keluarga ?
3.      Apa hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat ?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk lebih mengetahui pengertian individu, keluarga dan masyarakat.
2.      Untuk mengetahui macam – macam fungsi keluarga.
3.      Untuk mengatahui permasalahan yang sering terjadi di dalam keluarga dan masyarakat beserta solusinya
4.      Untuk mengetahui hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat.

D.    Manfaat
Dapat mengetahui pengertian, macam-macam, permasalahan beserta solusi dan hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat.


BAB II
ISI

A.   Individu
            Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayahibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil. Individu yang bergabung dengan kelompok atau masyarakat akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana ia bergabung. Dalam bahasa Yunani individu yaitu “individium“, artinya adalah tidak terbagi. Menurut konsep Sosiologis individu berarti manusia yang hidup dan berdiri sendiri. Menurut ahli Marthen Luter individu selalu dilengkapi kelengkapan hidup yaitu raga, rasa, rasio, dan rukun.
            Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok di mana dirinya bergabung.
            Manusia sebagai mahluk individu dalam suatu organisasi harus mempunyai kesadaran diri seperti realtita, self-respect, egoisme, kepribadian, perbedaan maupun kesamaan dengan pribadi individu lain.
            Pertumbuhan setiap manusia yang normal melalu proses pertumbuhan dan perkembangan lahir batin, bahwa setiap individu atau pribadi mempunyai jiwa raga dan ciri-ciri khas tersendiri.
            Menurut pendirian Nativisik, faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir (genotype). Sedangkan menurut pendirian Empiristik dan Environmentalistik beranggapan bahwa pertumbuhan individu tergantung lingkungannya (fenotype). Anggapan lain menurut pendirian Konvergensi dan Interaksionisme berpedendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkunganlah yang menentukan pertumbuhan individu.

            Makhluk individu memiliki tahap-tahap pertumbuhan, berikut tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi:
1)       Pada masa vital yaitu dari usia 0 sampai sekitar 2 tahun
2)       Masa estetik yaitu dari umur sekitar 2 tahun sampai sekitar 7 tahun
3)       Masa intelektual yaitu dari umur sekitar 7 tahun sampai sekitar 13 tahun sampai 14 tahun
4)       Masa sosial yaitu dari umur sekitar 13 tahun sampai 14 tahun sampai sekitar 20 tahun sampai 21 tahun

B.   Keluarga
            Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.[1]
            Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu kebudayaan.
            Berdasar Undang-Undang 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Bab I pasal 1 ayat 6 pengertian
            Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri; atau suami, istri dan anaknya; atau ayah dan anaknya (duda), atau ibu dan anaknya (janda).
Fungsi keluarga
            Dalam kehidupan sehari-hari keluarga berfungsi sebagai pelindung dan pencipta rasa aman, nyaman dalam kehidupan atau dalam satu rumah. Keluarga juga memiliki fungsi untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan, seperti biologis, ekonomi, sosialisasi, pendidikan, dan masih banyak lagi. Mengapa? Karena keluarga adalah salah satu dasar terbentuknya kehidupan sosial bermasyarakat. 
Berikut macam – macam fungsi keluarga :
1.      Fungsi Secara Biologis
§ Untuk Meneruskan Keturunan.
§ Memelihara dan membesarkan anak.
§ Merawat dan membesarkan anak dan anggota keluarga
2.      Fungsi Secara Psikologis
§ Memberikan rasa aman dan nyaman kepada anggota keluarga.
§ Memberikan perhatian untuk anggota keluarga.
§ Membina kepribadian.
§ Memberikan identitas keluarga.
3.      Fungsi Sosialisasi
§  Mengajarkan sosialisasi kepada anak.
§  Membentuk norma-norma yang baik kepada anak.
§  Meneruskan nilai-nilai budaya.
4.      Fungsi Secara Ekonomi
§  Mencari sumber-sumber penghasilan untuk keluarga.
§  Pengaturan penggunaan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
§  Menabung untuk memenuhi kebutuhan anak di masa depan, sebagai jaminan hari tua.
§  Mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya.
5.      Fungsi Secara Pendidikan
§  Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan
membentuk anak sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya.
§  Mempersiapkan anak untuk kehidupan yang akan datang dan
mempersiapkan anak untuk memenuhi perannya sebagai orang dewasa.
§  Mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya.
Permasalahan yang biasa terjadi di keluarga, contohnya:
1.      Keuangan
Keuangan memang menjadi permasalahan yang pelik ketika dua orang bersatu dalam ikatan pernikahan. Biasanya masalah keuangan ini terjadi apabila salah dari suami penghasilan kecil dan tidak mencukupi kebutuhan hidup dalam rumah tangga, sehingga istri menjadi sering marah dan tidak patuh pada suami.
Solusi:
- Mengatasi masalah dengan bijaksana oleh suami/istri
- Dibicarakan baik-baik dan mencari solusi Bersama
-Saling membantu mencari nafkah dan pemasukan dalam rumah tangga
-Membuka aura kerezekian

2.      Ketidakhadiran Anak
     Ketika usia pernikahan mulai bertambah, kehadiran anak memang ditunggu-tunggu untuk menghidupkan dan meramaikan kembali keluarga kecil mereka. Dan masalah akan terjadi apabila kehadiran anak ini tidak kunjung datang, hal inilah yang menyebabkan ketidakharmonisan dalam hubungan rumah tangga terjadi.
Solusi:
-Disikapi dengan bijak oleh suami dan istri
-Bisa menghubungi konsultan untuk mendapatkan solusi

3.      Perselingkuhan
     Perselingkuhan sering terjadi dan hal ini yang paling banyak menyebabkan terjadinya perceraian. Hal ini terjadi karena disebabkan oleh berbagai faktor, seperti masalah hubungan ranjang yang tidak terpuaskan, keuangan dan sebagainya.
Solusi:
-Adanya keterbukaan (komunikasi) antara pihak suami dan istri
-Menghubungi konsultan rumah tangga

4.      Kehidupan Seksual
     Suami tidak mendapatkan kepuasan dalam pelayanan seks yang dilakukan oleh istri, hal ini yang sering kali menyebabkan pertengkaran bahkan perselingkuhan yang terjadi. Suami tidak mau tahu dan tidak mau mencari tahu solusi untuk ini. Bisa jadi istri sedang capek, lelah mungkin juga sedang stres sehingga pelayanan istri tidak maksimal.
Solusi:
-Adanya keterbukaan (komunikasi) antara pihak suami dan istri
-Mengurangi kecurigaan fikiran negative
-Menggunakan ramuan herbal gairah untuk menjaga keharmonisan hubungan seksual suami dan istri.
5.      Istri kurang dalam mengurus rumah tangga
     Kebiasaan yang ini memang sering terjadi pada awal pernikahan, istri kurang trampil dalam memasak, mencuci pakaian, menyetrika pakaian, membersihkan rumah dan sebagainya. Hal ini kadang membuat suami merasa kecewa dan membuat kesal.
Solusi:
-Jika kondisi keuangan yang lebih, bias di atasi dengan menyewa pembantu rumah tangga
-Apabila sebaliknya, harusnya suami memberikan pengertian kepada istri, sehingga bersemangat dalam menjalankan aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga.

6.      Mertua Ikut Campur
     Dalam rumah tangga ketika kehadiran orang tua atau merutua yang terlalu ikut campur masalah keluarga juga bisa menimbulkan masalah antara suami istri. Seperti mertua yang terlalu banyak komentar, terlalu banyak menegur dan sebagainya.
Solusi:
-Di perlukan kedewasaan dan ketenangan dalam menghadapi mertua/orangtua sekalipun
-Jangan mengekspresikan kemarahan langsung di depan mereka
-Gunakan akal dan pikiran dingin

7. Komunikasi
     Keterbatasan komunikasi antara suami dan istri dikarenakan kesibukan kerja juga menjadi permasalahan yang harus diperhatikan. Waktu kerja yang tidak berbarengan mengakibakan suami atau istri kekurangan waktu untuk berbincang, bercerita dan menunagkan keluh kesah rutinitas pekerjaan.
Solusi:
Quality time memang sangat diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan komunikasi ini. Minimal seminggu sekali perlu berlibur bareng, makan diluar bareng atau sekedar olahraga bereng untuk tetap menjaga komunikasi diantara suami dan istri.

8.      Terdapat Perbedaan
     Pernikahan merupakan menyatukan dua insan yang berbeda, berbeda dari sifat, karakter, kebiasaan dan juga kepribadian. Hal inilah yang menyebabkan sebuah rumah tangga menjadi lebih berwarna. Akan tetapi tak jarang juga perbedaan ini menyebabkan ketikak cocokan antara kedua insan manusia ini yang akhirnya menyebabkan masalah dalam rumah tangga.
Solusi:
-Menghargai dan menyesuaikan diri dengan perbedaan yang ada
-Kuncinya adalah dengan komunikasi yang baik antar suami dan istri.

9.      Perbedaan Keyakinan
     Meskipun perbedaan keyakinan ini sudah mereka ikrarkan sebelum perkawinan, akan tetapi perbedaan ini biasanya muncul kembali setelah kehidupan berkeluarga mereka jalankan. Ego yang membawa mereka masing-masing mempertahankan keyakinan mereka dan berusaha mengajak pasangan / anak untuk mengikuti keyakinannya.
Solusi:
-Hargailah perbedaan dan konsisten dengan ikrar diwaktu sebelum pernikahan
-Masalah anak yang ingin mengikuti keyakinan ayah atau ibu, biarlah sang anak yang menentukannya sendiri.

10.  Perubahan Fisik
     Masalah fisik terjadi biasanya setelah melahirkan, istri tidak dapat mengembalikan bentuk tubuh seperti sebelum melahirkan, sehingga suami menjadi tidak suka dengan istri lagi. Dan terjadi juga sebaliknya, masalah ini tidak bisa dianggap remeh, hal inilah yang memicu timbulnya permasalahan rumah tangga.
Solusi:
-Adanya keterbukaan (komunikasi) antara pihak suami dan istri
-Saling berikan pengertian,perhatian
-Apabila anda (istri) ingin suami anda patuh dan nurut kepada anda tidak ada salahnya mencoba menggunakan sarana di solusipengasihan.com.

11.  Perbedaan Pandangan
     Memiliki pendapat yang berbeda itu wajar, hanya saja ketika ego sudah tidak dapat dikendalikan, menyebabkan kondisi atau suasana yang tidak harmonis.
Solusi:
-Saling menghargai perbedaan
-Menyikapi dengan dewasa

12.  Pembagian tugas
Membagi tugas kantor dengan tugas rumah memang kadang menimbulkan perselisihan, jika suami istri sama-sama orang kantoran maka pekerjaan rumah menjadi tidak terurus dan tidak terawat, sehingga rawan terjadi perselisihan.
Solusi:
-Membuat jadwal/pembagian tugas yang jelas dan sama rata, sehingga pekerjaan rumah menjadi ringan dan rumah tangga pun harmonis.

C.    Masyarakat
            Masyarakat adalah sekelompok orang dalam sebuah sistem semi tertutup atau semi terbuka yang sebagian besar interaksinya adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Secara abstrak, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu pada sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
            Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan mata pencaharian utamanya. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan berbagai tipe masyarakat, seperti masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocok tanam, dan masyarakat agrikultural intensif (masyarakat peradaban). Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.
            Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat bandsukuchiefdom, dan masyarakat negara.
            Untuk menganalisis secara ilmiah tentang proses terbentuknya masyarakat sekaligus masalah-masalah yang ada sebagai proses-proses yang sedang berjalan atau bergeser kita memerlukan beberapa konsep. Konsep-konsep tersebut sangat perlu untuk menganalisis proses terbentuk dan tergesernya masyarakat dan kebudayaan, serta dalam sebuah penelitian antropologi dan sosiologi yang disebut dinamika sosial (social dynamic). Konsep-konsep penting tersebut antara lain:
·         Internalisasi (internalization)
·         Sosialisasi (socialization)
·         Enkulturasi (enculturation).

Permasalahan Sosial
            Penyebab masalah sosial pada umumnya yang ada di masyarakat, karena adanya rasa ketidaksesuaian antara keinginan dengan kenyataan yang ada di dalam lingkungan masyarakat, sehingga kondisi ini memunculkan beragam dinamika-dinamika yang mengancam dalam keteraturan sosial.
Pengertian Permasalahan Sosial
            Permasalahan sosial adalah keadaan yang tidak kondusif yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat, yang kemudian menimbulkan problematika/masalah sehingga ditakutkan mengancam jalannya proses kehidupan yang sudah ada.
Pengertian Permasalahan Sosial Menurut Para Ahli
            Adapun yang dimaksud dengan permasalahan sosial menurut para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut;
1.    Martin S. Weinberg, Permasalahan sosial merupakan keadaan yang dianggap memiliki latar belakang yang bertentangan dengan nilai dan norma yang dijalani oleh masyarakat. Dampaknya adalah timbul proses perubahan sosial yang signifikan.
2.    Soerjono Soekanto, Menurut Soerjono, permasalahan sosial adalah ketidaksesuaian kehidupan dalam bermasyarakat akibat pengaruh kebudayaan yang terganggu. Akibatnya, permaslahan sosial dianggap sebagai keadaan yang menakutkan.
3.    Lesli, Permasalahan sosial adalah keadaan yang berpengaruh dalam kondisi kehidupan sosial akibat adanya masalah yang tidak diinginkan, sehingga membutuhkan upaya perwujudan solusi.
4.  Kartini Kartono, Menurut Kartini, permasalahan sosial merupakan situasi yang dapat mengganggu kestabilan kehidupan manusia. Situasi ini dianggap sebagai situasi yang menyimpang hingga akhirnya harus sesegera mungkin untuk dapat diselesaikan.
5.  Arnold Rose, Permasalahan sosial adalah situasi yang tidak di inginkan dan dianggap mempengaruhi pada keadaan masyarakat yang akhirnya kondisi tersebut haruslah diberikan upaya untuk melakukan perubahan.
6.  Bulmer, Permasalahan sosial merupakan situasi dan kondisi yang tidak di inginkan oleh masyarakat karena adanya paradigma kesalahan sosial yang dianggap tidak wajar.

Faktor Penyebab Permasalahan Sosial
Adapun faktor penyebab permasalahan sosial adalah sebagai berikut:
1.      Urbanisasi, Urbanisasi merupakan perpindahan individu dari daerah pedesaan menuju daerah perkotaan. Urbanisasi dapat menyebabkan perubahan besar pada sisi sosial, ekonomi dan perubahan lingkungan.
2.      KemiskinanPengertian kemiskinan merupakan suatu kondisi masyarakat yang memiliki kekurangan materi dan finansial. Hal tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor yaitu sosial, ekonomi, dan politik. Kemiskinan dapat menyebabkan masyarakat kekurangan makanan, kelaparan, dan tidak mendapatkan fasilitas kesehatan yang semestinya dan juga pendidikan yang berkualitas.
3.      Ledakan penduduk, Ledakan penduduk merupakan salah satu faktor terjadinya permasalahan sosial. Over populations merupakan kondisi yang tidak di inginkan dalam masyarakat. Beberapa dampak negatif dari adanya ledakan penduduk adalah berkurangnya sumber daya alam.
4.      Diskriminasi genderPengertian diskriminasi gender merupakan keputusan rumah tangga yang sepenuhnya dibuat oleh laki-laki. Permasalahan ini lebih sulit untuk ditangani akibat masalah yang ada tidak terlihat secara kasat mata.
5.   Kurangnya pendidikan, Kurangnya pendidikan pada diri seseorang akan berdampak kepada generasi penerusnya dan perpengaruh ke beberapa aspek di dalam kehidupan masyarakat.
6.      Kurangnya perhatian terhadap remaja, Ketidakpedulian terhadap perkembangan remaja akan berdampak pada lingkungan sosial. Tindakan tersebut seperti pencurian, pembunuhan, serta tindakan kriminalitas lainnya.

Contoh Permasalahan Sosial
            Adapun untuk beragam contoh permasalahan sosial di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, berserta solusinya adalah sebagai berikut;
1.      Tindak Kejahatan
     Contoh masalah sosial di lingkungan setempat selanjutnya ialah masalah tindak kejahatan. Kriminalitas ialah tindak kejahatan yang melanggar hukum. Tindak kejahatan seperti perampokan dan pencurian tersebut disebabkan oleh tingginya pengangguran dan masalah kemiskinan. Kemudian untuk kejahatan korupsi sama halnya seperti pencurian. Hak ini dikarenakan seseorang yang melakukan korupsi telah mencuri hak hak yang bukan miliknya. Masyarakat dan polisi harus bekerja sama dalam mengatasi tindak kejahatan tersebut. Adapula beberapa cara mengatasi masalah sosial di lingkungan setempat tersebut diantaranya :
·         Membuat sanksi hukum yang adil dan tegas bagi pelaku kriminal, dengan maksud memberikan efek jera agar tidak mengulangi lagi kejahatannya.
·         Melaksanakan peran aktif lembaga pendidikan dan orang tua dalam mendidik anak. Hal tersebut merupakan upaya pencegahan terjadinya tindak kriminal.
·         Lebih selektif terhadap pengaruh budaya asing yang masuk agar menjaga nilai budaya bangsa kita. Hal ini dikarenakan budaya asing tersebut tidak semuanya sesuai dengan budaya sendiri.
·         Melestarikan nilai norma masyarakat sejak dini melalui pendidikan sekolah, pengajian maupun melalui organisasi masyarakat.
·         Melatih pelaku tindak kriminal agar memiliki keahlian untuk membuka ataupun mencari lapangan pekerjaan.

2.      Pengangguran
                 Contoh masalah sosial di lingkungan setempat selanjutnya ialah masalah pengangguran. Masalah sosial yang satu ini menjadi perhatian bagi pemerintah. Bagaimana tidak, jika angka kelulusan anak sekolah lebih banyak dibandingkan jumlah lapangan pekerjaan. Sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk yang tinggi, Indonesia harus mengalami masalah sosial ini. Jumlah tenaga kerja bagi usia produktif yang terus meningkat tidak diimbangi dengan jumlah lapangan tenaga kerja. Para pengusaha juga dihadapkan dengan masalah harga bahan bakar dan tarif listrik yang cukup mahal. Hal inilah yang membuat banyak pengusaha bangkrut dan mengurangi karyawannya. Contoh masalah sosial seperti pengangguran ini mengakibatkan permasalahan lainnya seperti kelaparan, kekurangan gizi, kemiskinan, perjudian dan kejahatan.

3.      Kemiskinan
                 Contoh masalah sosial di lingkungan setempat selanjutnya ialah masalah kemiskinan. Dengan semakin banyaknya orang yang menganggur mengakibatkan semakin tingginya angka kemiskinan. Orang orang miskin tersebut kekurangan kebutuhan hidup seperti papan, pangan dan sandang. Kemiskinan ini mengakibatkan terjadinya masalah sosial seperti putus sekolah, stress, kejahatan, kelaparan dan rentan penyakit. Kemiskinan tersebut dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor dalam diri seseorang (internal) dan faktor dari luar (eksternal). Untuk faktor internal misalnya memiliki sifat pemalas, tidak mempunyai keterampilan dan rendahnya pendidikan. Sedangkan untuk faktor eksternal misalnya harga kebutuhan pokok yang tinggi, rendahkan perhatian pemerintah dan keadaan ekonomi negara yang buruk.

13

4.      Pertikaian
                 Contoh masalah sosial di lingkungan setempat selanjutnya ialah masalah pertikaian. Pertikaian dapat disebabkan oleh perebutan sesuatu, kesalahpahaman, dan emosi yang tidak dapat dikendalikan. Hal hal yang dapat diperebutkan dapat berwujud barang, prinsip ataupun seseorang. Masalah sosial ini dapat terjadi dalam masyarakat maupun dalam keluarga. Masalah pertikaian dapat berujung pada korban jiwa. Pertikaian dalam keluarga ataupun masayarakat membuat ketidaknyamanan dan ketidaktentaraman dalam diri seseorang. Namun semua pertikaian itu dapat dicegah dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika serta adanya musyawarah untuk mencapai mufakat.

5.      Kenakalan Remaja
                 Masalah sosial di lingkungan setempat selanjutnya ialah masalah kenakalan remaja. Banyak sekali anak anak muda yang melakukan kebut kebutan dijalan raya. Kebut kebutan ini sangat mengganggu ketertiban jalan dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Adapula kenakalan remaja yang sering kita jumpai seperti berdandan yang tidak sewajarnya, mencoret coret jalan dan sebagainya. Contoh masalah sosial ini disebabkan oleh pengaruh lingkungan dalam bergaul, rendahnya pemahaman tentang nilai nilai keagamaan, kurangnya perhatian orang tua, dan kurang mantapnya kepribadian diri.

6.      Perilaku Tidak Disiplin
                 Contoh masalah sosial di lingkungan setempat selanjutnya ialah masalah kurangnya kedisiplinan. Misalnya masalah kedisiplinan dijalan raya seperti melawan arus, parkir sembarangan, pejalan kaki yang menyeberang jalan secara sembarangan, maupun bus atau angkot yang berhenti sembarangan. Perilaku ketidakdisiplinan inilah yang membuat kemacetan dijalan raya semakin meningkat. 

7.      Masalah Sampah
                 Contoh masalah sosial di lingkungan setempat selanjutnya ialah masalah sampah. Didaerah perkotaan atapun daerah yang padat penduduk banyak sekali sampah yang dihasilkan. Dengan begitu jumlah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan semakin menumpuk. Masalah yang ditimbulkan oleh sampah ini merupakan tanggung jawab bagi Dinas Kebersihan. Jika masalah ini tidak segera diatasi akan mengakibatkan bau yang tidak sedap maupun menimbulkan penyakit menular dikalangan masyarakat. Contohnya penyakit pernapasan, paru paru, muntaber, dan penyakit kulit. Cara mengatasi masalah sosial di lingkungan setempat tersebut ialah mendaur ulang sampah dan memisahkan antar sampah organik ataupun non organik.

8.      Kelangkaan Barang Kebutuhan\
                 Contoh masalah sosial di lingkungan setempat yang terakhir ialah masalah kelangkaan barang kebutuhan. Masalah sosial yang satu ini cukup meresahkan masyarakat. Kelangkaan tersebut juga berakibat tingginya harga sembako. Pihak pemerintah harus memastikan adanya persediaan barang barang kebutuhan sehari hari.
                 Masalah masalah sosial di lingkungan setempat tersebut mengundang perhatian lembaga lembaga PBB. Lembaga PBB tersebut yaitu WHO, UNICEF dan UNESCO yang ikut berperan serta dalam membantu Indonesia untuk mengatasi masalah masalah sosial yang terjadi.

Cara Mengatasi Masalah Sosial
Adapula cara mengatasi berbagai contoh masalah sosial di lingkungan setempat yang meliputi :
1.                  Pemberian kartu Asuransi Kesehatan (Askes).
2.                  Pemberian beras untuk keluarga miskin (Raskin).
3.                  Pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
4.                  Pembentukan sekolah terbuka.
5.                  Program pendidikan di luar sekolah.
6.                  Pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT).
7.                  Pemberian bantuan modal untuk usaha.

Namun cara mengatasi masalah sosial tersebut mendapatkan beberapa hambatan seperti :
1.         Pemberian bantuan pemerintah yang tidak tepat sasaran.
2.         Program yang dilaksanakan tidak merata diseluruh wilayah.
3.         Kurangnya kedisiplinan petugas pemerintah dalam menyalurkan bantuan.
4.         Adanya pihak pihak yang menyalahgunakan bantuan, baik dari luar negeri ataupun dari pemerintah.
5.         Rendahnya kerjasama masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi masalah sosial.
6.         Terdapat pihak pihak yang kurang peduli terhadap masalah sosial.
7.         Kurangnya tanggapan penyuluhan dan pelatihan yang diberikan oleh pemerintah.

D.    Hubungan Antara Individu, Keluarga dan Masyarakat
            Sebagai makhluk sosial seorang individu tidak dapat berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan saling mengadakan hubungan sosial di tengah–tengah masyarakat.
Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi.
            Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang berpribadi hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang individu  menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan diri dan melakukan hubungan – hubungan sosial di dalam masyarakat yang cukup majemuk.
            Jadi, hubungan antara individu, keluarga, dan masyarakat saling terikat dan tidak bisa dipisah kan dari sebuah kehidupan di dunia ini karna sebagai individu tidak bisa hidup sendiri tanpa ada nya bantuan dari individu lain, keluarga juga merupakan gabungan dari beberapa individu dimana dari keluarga lah kehidupan sosial bermula dan dari keluarga pula di ajarka norma-norma luhur dalam kehidupan, masyarakat juga merupakan gabungan yang terdiri dari individu dan keluarga yang bertempat pada suatu daerah yang saling terikat.

BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
            Setiap individu, keluarga dan masyarakat memiliki hubungan yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Hubungan yang dilandasi oleh nilai, norma dan aturan-aturan diantara komponen-komponen tersebut. Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu keluarga dan masyarakat yang menjadi latar belakang keberadaanya. Begitupun sebaliknya, individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya. Dan barulah dikatakan sebagai individu jika individu bisa membaur dengan lingkungan sosialnya yaitu masyarakat

DAFTAR PUSTAKA
Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peningkatan Layanan Berkelanjutan

  Peningkatan Layanan Berkelanjutan Disusun Oleh : Zehan Fahlevi (16119839) FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS GUNAD...