ILMU SOSIAL DASAR (ISD)
INDIVIDU, KELUARGA DAN
MASYARAKAT
Kelas 1KA15
Kelompok 2
1. Husain
Morteza 17119529
2. Muhammad Adrian
Syahrial 13119964
3. Muhammad Hafidz Adityaswara 14119201
4. Zehan Falevi 16119839
SISTEM INFORMASI
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019/2020
KATA PENGANTAR
Puji
dan Syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat
limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan
baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenai
“Individu, Keluarga dan Masyarakat”.
Makalah
ini dibuat dengan berbagai referensi. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan makalah ini.
Kami
menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh
karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang
dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan
untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan
manfaat bagi kita sekalian.
Depok, November 2019
Penulis
FOTO KELOMPOK 2
ILMU SOSIAL DASAR (ISD)
DAFTAR ISI
Halaman
Judul
Kata Pengantar
...........................................................................................
i
Foto Kelompok
..........................................................................................
ii
Daftar Isi ....................................................................................................
iii
BAB I PENDAHULUAN
..........................................................................
1
A. Latar Belakang
...............................................................................
1
B. Rumusan Masalah
.........................................................................
1
C. Tujuan
............................................................................................
1
D. Manfaat
..........................................................................................
1
BAB II ISI
.................................................................................................
2
A. Individu
............................................................................................
2
B. Keluarga
...........................................................................................
3
C.
Masyarakat ....................................................................................... 9
Masyarakat ....................................................................................... 9
D. Hubungan
Antara Individu, Keluarga dan Masyarakat ..................
16
BAB III PENUTUP
..................................................................................
17
A. Kesimpula
.......................................................................................
17
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebagai seorang manusia hendaknya kita mengetahui bahwa Allah SWT
menciptakan makhluk – makhluk nya untuk saling membantu. Oleh
karena itu kami mencoba untuk mengingatkan kembali akan pentingnya
bermasyarakat karena manusia adalah makhluk sosial.
Manusia
sebagai makhluk individu, keluarga, dan masyarakat oleh karenanya manusia dapat
dikatakan sebagai makhluk sosial yang selalu hidup berkelompok atau
berorganisasi dan membutuhkan orang lain. Masyarakat merupakan wadah
berkumpulnya individu-individu yang hidup secara sosial, masyarakat terdiri dari
‘Saya’, ‘Anda’ dan ‘Mereka’ yang memiliki kehendak dan keinginan hidup bersama.
Kita tahu dan menyadari bahwa manusia sebagai individu dan makhluk sosial serta
memahami tugas dan kewajibannya dalam setiap tatanan kehidupan berkelompok dan
dalam struktur dan sistem sosial yang ada.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari individu, keluarga dan masyarakat?
2. Apa fungsi dari keluarga ?
3. Apa hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat ?
C. Tujuan Penulisan
1. Untuk lebih mengetahui pengertian individu, keluarga dan masyarakat.
2. Untuk mengetahui macam – macam fungsi keluarga.
3. Untuk mengatahui permasalahan yang sering terjadi di dalam keluarga dan
masyarakat beserta solusinya
4. Untuk mengetahui hubungan antara individu, keluarga dan masyarakat.
D. Manfaat
Dapat mengetahui pengertian, macam-macam,
permasalahan beserta solusi dan hubungan antara individu, keluarga dan
masyarakat.
BAB II
ISI
A. Individu
Individu merupakan unit terkecil
pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil
dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah
lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan
individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke
dalam satuan yang lebih kecil. Individu yang bergabung dengan kelompok atau
masyarakat akan memiliki karakteristik yang sama dengan kelompok dimana ia
bergabung. Dalam bahasa Yunani individu yaitu “individium“, artinya
adalah tidak terbagi. Menurut konsep Sosiologis individu berarti manusia yang
hidup dan berdiri sendiri. Menurut ahli Marthen Luter individu selalu
dilengkapi kelengkapan hidup yaitu raga, rasa, rasio, dan rukun.
Pada
dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri yang
berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau
masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan
kelompok di mana dirinya bergabung.
Manusia
sebagai mahluk individu dalam suatu organisasi harus mempunyai kesadaran diri
seperti realtita, self-respect, egoisme, kepribadian, perbedaan maupun kesamaan
dengan pribadi individu lain.
Pertumbuhan
setiap manusia yang normal melalu proses pertumbuhan dan perkembangan lahir
batin, bahwa setiap individu atau pribadi mempunyai jiwa raga dan ciri-ciri
khas tersendiri.
Menurut
pendirian Nativisik, faktor-faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan individu ditentukan oleh faktor-faktor yang
dibawa sejak lahir (genotype). Sedangkan menurut pendirian Empiristik dan Environmentalistik beranggapan
bahwa pertumbuhan individu tergantung lingkungannya (fenotype).
Anggapan lain menurut pendirian Konvergensi dan Interaksionisme berpedendapat
bahwa interaksi antara dasar dan lingkunganlah yang menentukan
pertumbuhan individu.
Makhluk
individu memiliki tahap-tahap pertumbuhan, berikut tahap pertumbuhan individu
berdasarkan psikologi:
1) Pada masa vital yaitu dari usia 0 sampai sekitar 2 tahun
2) Masa estetik yaitu dari umur sekitar 2 tahun sampai sekitar 7 tahun
3) Masa intelektual yaitu dari umur sekitar 7 tahun sampai sekitar 13 tahun
sampai 14 tahun
4) Masa sosial yaitu dari umur sekitar 13 tahun sampai 14 tahun sampai sekitar
20 tahun sampai 21 tahun
B. Keluarga
Keluarga adalah
unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa
orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan
saling ketergantungan.[1]
Menurut
Salvicion dan Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih dari dua
pribadi yang tergabung karena hubungan darah, hubungan perkawinan
atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama
lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan
suatu kebudayaan.
Berdasar
Undang-Undang 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan
Keluarga, Bab I pasal 1 ayat 6 pengertian
Keluarga
adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri; atau
suami, istri dan anaknya; atau ayah dan anaknya (duda), atau ibu dan anaknya
(janda).
Fungsi
keluarga
Dalam
kehidupan sehari-hari keluarga berfungsi sebagai pelindung dan pencipta rasa
aman, nyaman dalam kehidupan atau dalam satu rumah. Keluarga juga memiliki
fungsi untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan, seperti biologis, ekonomi,
sosialisasi, pendidikan, dan masih banyak lagi. Mengapa? Karena keluarga adalah
salah satu dasar terbentuknya kehidupan sosial bermasyarakat.
Berikut macam – macam fungsi keluarga :
1. Fungsi Secara
Biologis
§ Untuk Meneruskan Keturunan.
§ Memelihara dan membesarkan anak.
§ Merawat dan membesarkan anak dan anggota
keluarga
2. Fungsi Secara
Psikologis
§ Memberikan rasa aman dan nyaman kepada
anggota keluarga.
§ Memberikan perhatian untuk anggota
keluarga.
§ Membina kepribadian.
§ Memberikan identitas keluarga.
3. Fungsi
Sosialisasi
§ Mengajarkan sosialisasi kepada anak.
§ Membentuk norma-norma yang baik kepada
anak.
§ Meneruskan nilai-nilai budaya.
4. Fungsi Secara
Ekonomi
§ Mencari sumber-sumber penghasilan untuk
keluarga.
§ Pengaturan penggunaan penghasilan untuk
memenuhi kebutuhan keluarga.
§ Menabung untuk memenuhi kebutuhan anak
di masa depan, sebagai jaminan hari tua.
§ Mendidik anak sesuai dengan tingkat
perkembangannya.
5. Fungsi Secara
Pendidikan
§ Menyekolahkan anak untuk memberikan
pengetahuan, keterampilan, dan
membentuk anak sesuai dengan minat dan
bakat yang dimilikinya.
§ Mempersiapkan anak untuk kehidupan yang
akan datang dan
mempersiapkan anak untuk memenuhi
perannya sebagai orang dewasa.
§ Mendidik anak sesuai dengan tingkat
perkembangannya.
Permasalahan
yang biasa terjadi di keluarga, contohnya:
1. Keuangan
Keuangan memang menjadi permasalahan yang pelik ketika dua orang bersatu dalam ikatan pernikahan. Biasanya masalah keuangan ini terjadi apabila salah dari suami penghasilan kecil dan tidak mencukupi kebutuhan hidup dalam rumah tangga, sehingga istri menjadi sering marah dan tidak patuh pada suami.
Keuangan memang menjadi permasalahan yang pelik ketika dua orang bersatu dalam ikatan pernikahan. Biasanya masalah keuangan ini terjadi apabila salah dari suami penghasilan kecil dan tidak mencukupi kebutuhan hidup dalam rumah tangga, sehingga istri menjadi sering marah dan tidak patuh pada suami.
Solusi:
- Mengatasi masalah dengan bijaksana oleh suami/istri
- Mengatasi masalah dengan bijaksana oleh suami/istri
- Dibicarakan
baik-baik dan mencari solusi Bersama
-Saling
membantu mencari nafkah dan pemasukan dalam rumah tangga
-Membuka aura
kerezekian
2. Ketidakhadiran Anak
Ketika
usia pernikahan mulai bertambah, kehadiran anak memang ditunggu-tunggu untuk
menghidupkan dan meramaikan kembali keluarga kecil mereka. Dan masalah akan
terjadi apabila kehadiran anak ini tidak kunjung datang, hal inilah yang
menyebabkan ketidakharmonisan dalam hubungan rumah tangga terjadi.
Solusi:
-Disikapi dengan bijak oleh suami dan istri
-Disikapi dengan bijak oleh suami dan istri
-Bisa
menghubungi konsultan untuk mendapatkan solusi
3. Perselingkuhan
Perselingkuhan sering terjadi dan hal ini
yang paling banyak menyebabkan terjadinya perceraian. Hal ini terjadi karena
disebabkan oleh berbagai faktor, seperti masalah hubungan ranjang yang tidak
terpuaskan, keuangan dan sebagainya.
Solusi:
-Adanya keterbukaan (komunikasi) antara pihak suami dan istri
-Adanya keterbukaan (komunikasi) antara pihak suami dan istri
-Menghubungi
konsultan rumah tangga
4. Kehidupan Seksual
Suami
tidak mendapatkan kepuasan dalam pelayanan seks yang dilakukan oleh istri, hal
ini yang sering kali menyebabkan pertengkaran bahkan perselingkuhan yang
terjadi. Suami tidak mau tahu dan tidak mau mencari tahu solusi untuk ini. Bisa
jadi istri sedang capek, lelah mungkin juga sedang stres sehingga pelayanan
istri tidak maksimal.
Solusi:
-Adanya keterbukaan (komunikasi) antara pihak suami dan istri
-Adanya keterbukaan (komunikasi) antara pihak suami dan istri
-Mengurangi
kecurigaan fikiran negative
-Menggunakan ramuan
herbal gairah untuk menjaga keharmonisan hubungan seksual suami dan istri.
5. Istri kurang dalam mengurus rumah tangga
Kebiasaan yang ini memang sering terjadi pada
awal pernikahan, istri kurang trampil dalam memasak, mencuci pakaian, menyetrika
pakaian, membersihkan rumah dan sebagainya. Hal ini kadang membuat suami merasa
kecewa dan membuat kesal.
Solusi:
-Jika kondisi keuangan yang lebih, bias di atasi dengan menyewa pembantu rumah tangga
-Jika kondisi keuangan yang lebih, bias di atasi dengan menyewa pembantu rumah tangga
-Apabila
sebaliknya, harusnya suami memberikan pengertian kepada istri, sehingga
bersemangat dalam menjalankan aktifitasnya sebagai ibu rumah tangga.
6. Mertua Ikut Campur
Dalam rumah tangga ketika kehadiran orang tua
atau merutua yang terlalu ikut campur masalah keluarga juga bisa menimbulkan masalah
antara suami istri. Seperti mertua yang terlalu banyak komentar, terlalu banyak
menegur dan sebagainya.
Solusi:
-Di perlukan kedewasaan dan ketenangan dalam menghadapi mertua/orangtua sekalipun
-Di perlukan kedewasaan dan ketenangan dalam menghadapi mertua/orangtua sekalipun
-Jangan
mengekspresikan kemarahan langsung di depan mereka
-Gunakan akal
dan pikiran dingin
7. Komunikasi
Keterbatasan
komunikasi antara suami dan istri dikarenakan kesibukan kerja juga menjadi
permasalahan yang harus diperhatikan. Waktu kerja yang tidak berbarengan
mengakibakan suami atau istri kekurangan waktu untuk berbincang, bercerita dan
menunagkan keluh kesah rutinitas pekerjaan.
Solusi:
Quality time memang sangat diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan komunikasi ini. Minimal seminggu sekali perlu berlibur bareng, makan diluar bareng atau sekedar olahraga bereng untuk tetap menjaga komunikasi diantara suami dan istri.
Quality time memang sangat diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan komunikasi ini. Minimal seminggu sekali perlu berlibur bareng, makan diluar bareng atau sekedar olahraga bereng untuk tetap menjaga komunikasi diantara suami dan istri.
8. Terdapat
Perbedaan
Pernikahan merupakan menyatukan dua insan yang
berbeda, berbeda dari sifat, karakter, kebiasaan dan juga kepribadian. Hal
inilah yang menyebabkan sebuah rumah tangga menjadi lebih berwarna. Akan tetapi
tak jarang juga perbedaan ini menyebabkan ketikak cocokan antara kedua insan
manusia ini yang akhirnya menyebabkan masalah dalam rumah tangga.
Solusi:
-Menghargai dan menyesuaikan diri dengan perbedaan yang ada
-Menghargai dan menyesuaikan diri dengan perbedaan yang ada
-Kuncinya
adalah dengan komunikasi yang baik antar suami dan istri.
9. Perbedaan Keyakinan
Meskipun
perbedaan keyakinan ini sudah mereka ikrarkan sebelum perkawinan, akan tetapi
perbedaan ini biasanya muncul kembali setelah kehidupan berkeluarga mereka
jalankan. Ego yang membawa mereka masing-masing mempertahankan keyakinan mereka
dan berusaha mengajak pasangan / anak untuk mengikuti keyakinannya.
Solusi:
-Hargailah
perbedaan dan konsisten dengan ikrar diwaktu sebelum pernikahan
-Masalah anak
yang ingin mengikuti keyakinan ayah atau ibu, biarlah sang anak yang
menentukannya sendiri.
10. Perubahan Fisik
Masalah
fisik terjadi biasanya setelah melahirkan, istri tidak dapat mengembalikan
bentuk tubuh seperti sebelum melahirkan, sehingga suami menjadi tidak suka
dengan istri lagi. Dan terjadi juga sebaliknya, masalah ini tidak bisa dianggap
remeh, hal inilah yang memicu timbulnya permasalahan rumah tangga.
Solusi:
-Adanya keterbukaan (komunikasi) antara pihak suami dan istri
-Adanya keterbukaan (komunikasi) antara pihak suami dan istri
-Saling berikan
pengertian,perhatian
-Apabila anda
(istri) ingin suami anda patuh dan nurut kepada anda tidak ada salahnya mencoba
menggunakan sarana di solusipengasihan.com.
11. Perbedaan Pandangan
Memiliki
pendapat yang berbeda itu wajar, hanya saja ketika ego sudah tidak dapat
dikendalikan, menyebabkan kondisi atau suasana yang tidak harmonis.
Solusi:
-Saling menghargai perbedaan
-Saling menghargai perbedaan
-Menyikapi
dengan dewasa
12. Pembagian tugas
Membagi tugas
kantor dengan tugas rumah memang kadang menimbulkan perselisihan, jika suami
istri sama-sama orang kantoran maka pekerjaan rumah menjadi tidak terurus dan
tidak terawat, sehingga rawan terjadi perselisihan.
Solusi:
-Membuat jadwal/pembagian tugas yang jelas dan sama rata, sehingga pekerjaan rumah menjadi ringan dan rumah tangga pun harmonis.
-Membuat jadwal/pembagian tugas yang jelas dan sama rata, sehingga pekerjaan rumah menjadi ringan dan rumah tangga pun harmonis.
C. Masyarakat
Masyarakat adalah
sekelompok orang dalam sebuah sistem semi tertutup atau semi terbuka yang
sebagian besar interaksinya adalah antara individu-individu yang berada dalam
kelompok tersebut. Kata society berasal dari bahasa latin, societas, yang berarti hubungan
persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang
berarti teman, sehingga arti society berhubungan
erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung
makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama
dalam mencapai tujuan bersama. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari
kata dalam bahasa Arab, musyarak. Secara abstrak, sebuah masyarakat
adalah suatu jaringan hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling
tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu
pada sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Masyarakat
sering diorganisasikan berdasarkan mata pencaharian
utamanya. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan berbagai
tipe masyarakat, seperti masyarakat pemburu, masyarakat pastoral nomadis,
masyarakat bercocok
tanam, dan masyarakat agrikultural intensif (masyarakat peradaban). Sebagian pakar menganggap
masyarakat industri dan pasca-industri sebagai kelompok
masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.
Masyarakat
dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan
kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku, chiefdom,
dan masyarakat negara.
Untuk
menganalisis secara ilmiah tentang proses terbentuknya masyarakat sekaligus
masalah-masalah yang ada sebagai proses-proses yang sedang berjalan atau
bergeser kita memerlukan beberapa konsep. Konsep-konsep tersebut sangat perlu
untuk menganalisis proses terbentuk dan tergesernya masyarakat dan kebudayaan,
serta dalam sebuah penelitian antropologi dan sosiologi yang disebut dinamika
sosial (social dynamic). Konsep-konsep penting tersebut antara lain:
· Internalisasi (internalization)
· Sosialisasi (socialization)
· Enkulturasi (enculturation).
Permasalahan Sosial
Penyebab
masalah sosial pada umumnya yang ada di masyarakat,
karena adanya rasa ketidaksesuaian antara keinginan dengan kenyataan yang ada
di dalam lingkungan masyarakat, sehingga kondisi ini memunculkan beragam
dinamika-dinamika yang mengancam dalam keteraturan sosial.
Pengertian Permasalahan Sosial
Permasalahan
sosial adalah keadaan yang tidak kondusif yang terjadi di dalam lingkungan
masyarakat, yang kemudian menimbulkan problematika/masalah sehingga ditakutkan
mengancam jalannya proses kehidupan yang sudah ada.
Pengertian Permasalahan Sosial Menurut
Para Ahli
Adapun
yang dimaksud dengan permasalahan sosial menurut para ahli, diantaranya adalah
sebagai berikut;
1. Martin S. Weinberg, Permasalahan sosial merupakan
keadaan yang dianggap memiliki latar belakang yang bertentangan dengan nilai
dan norma yang dijalani oleh masyarakat. Dampaknya adalah timbul proses
perubahan sosial yang signifikan.
2. Soerjono Soekanto, Menurut Soerjono, permasalahan sosial
adalah ketidaksesuaian kehidupan dalam bermasyarakat akibat pengaruh kebudayaan
yang terganggu. Akibatnya, permaslahan sosial dianggap sebagai keadaan yang
menakutkan.
3. Lesli, Permasalahan sosial adalah keadaan yang
berpengaruh dalam kondisi kehidupan sosial akibat adanya masalah yang tidak
diinginkan, sehingga membutuhkan upaya perwujudan solusi.
4. Kartini Kartono, Menurut Kartini, permasalahan sosial
merupakan situasi yang dapat mengganggu kestabilan kehidupan manusia. Situasi
ini dianggap sebagai situasi yang menyimpang hingga akhirnya harus sesegera
mungkin untuk dapat diselesaikan.
5. Arnold Rose, Permasalahan sosial adalah situasi yang
tidak di inginkan dan dianggap mempengaruhi pada keadaan masyarakat yang
akhirnya kondisi tersebut haruslah diberikan upaya untuk melakukan perubahan.
6. Bulmer, Permasalahan sosial merupakan situasi
dan kondisi yang tidak di inginkan oleh masyarakat karena adanya paradigma
kesalahan sosial yang dianggap tidak wajar.
Faktor Penyebab Permasalahan Sosial
Adapun faktor penyebab permasalahan sosial
adalah sebagai berikut:
1. Urbanisasi, Urbanisasi merupakan perpindahan
individu dari daerah pedesaan menuju daerah perkotaan. Urbanisasi dapat
menyebabkan perubahan besar pada sisi sosial, ekonomi dan perubahan lingkungan.
2. Kemiskinan, Pengertian
kemiskinan merupakan suatu kondisi masyarakat
yang memiliki kekurangan materi dan finansial. Hal tersebut dapat disebabkan
oleh berbagai faktor yaitu sosial, ekonomi, dan politik. Kemiskinan dapat
menyebabkan masyarakat kekurangan makanan, kelaparan, dan tidak mendapatkan
fasilitas kesehatan yang semestinya dan juga pendidikan yang berkualitas.
3. Ledakan penduduk, Ledakan penduduk merupakan salah satu
faktor terjadinya permasalahan sosial. Over populations merupakan
kondisi yang tidak di inginkan dalam masyarakat. Beberapa dampak negatif dari
adanya ledakan penduduk adalah berkurangnya sumber daya alam.
4. Diskriminasi gender, Pengertian diskriminasi gender merupakan keputusan rumah tangga yang sepenuhnya dibuat oleh
laki-laki. Permasalahan ini lebih sulit untuk ditangani akibat masalah yang ada
tidak terlihat secara kasat mata.
5. Kurangnya pendidikan, Kurangnya pendidikan pada diri
seseorang akan berdampak kepada generasi penerusnya dan perpengaruh ke beberapa
aspek di dalam kehidupan masyarakat.
6. Kurangnya perhatian terhadap remaja,
Ketidakpedulian terhadap perkembangan remaja akan berdampak pada lingkungan
sosial. Tindakan tersebut seperti pencurian, pembunuhan, serta tindakan
kriminalitas lainnya.
Contoh Permasalahan Sosial
Adapun
untuk beragam contoh permasalahan sosial di masyarakat dalam kehidupan
sehari-hari, berserta solusinya adalah sebagai berikut;
1. Tindak
Kejahatan
Contoh masalah sosial di lingkungan setempat
selanjutnya ialah masalah tindak kejahatan. Kriminalitas ialah tindak
kejahatan yang melanggar hukum. Tindak kejahatan seperti perampokan dan
pencurian tersebut disebabkan oleh tingginya pengangguran dan masalah
kemiskinan. Kemudian untuk kejahatan korupsi sama halnya seperti pencurian. Hak
ini dikarenakan seseorang yang melakukan korupsi telah mencuri hak hak yang
bukan miliknya. Masyarakat dan polisi harus bekerja sama dalam mengatasi tindak
kejahatan tersebut. Adapula beberapa cara mengatasi masalah sosial di
lingkungan setempat tersebut diantaranya :
· Membuat sanksi hukum yang adil dan tegas bagi pelaku kriminal, dengan
maksud memberikan efek jera agar tidak mengulangi lagi kejahatannya.
· Melaksanakan peran aktif lembaga pendidikan dan orang tua dalam mendidik
anak. Hal tersebut merupakan upaya pencegahan terjadinya tindak kriminal.
· Lebih selektif terhadap pengaruh budaya asing yang masuk agar menjaga nilai
budaya bangsa kita. Hal ini dikarenakan budaya asing tersebut tidak semuanya
sesuai dengan budaya sendiri.
· Melestarikan nilai norma masyarakat sejak dini melalui pendidikan sekolah,
pengajian maupun melalui organisasi masyarakat.
· Melatih pelaku tindak kriminal agar memiliki keahlian untuk membuka ataupun
mencari lapangan pekerjaan.
2. Pengangguran
Contoh masalah sosial di lingkungan setempat selanjutnya ialah masalah pengangguran.
Masalah sosial yang satu ini menjadi perhatian bagi pemerintah. Bagaimana
tidak, jika angka kelulusan anak sekolah lebih banyak dibandingkan jumlah
lapangan pekerjaan. Sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk yang tinggi,
Indonesia harus mengalami masalah sosial ini. Jumlah tenaga kerja bagi usia
produktif yang terus meningkat tidak diimbangi dengan jumlah lapangan tenaga
kerja. Para pengusaha juga dihadapkan dengan masalah harga bahan bakar dan
tarif listrik yang cukup mahal. Hal inilah yang membuat banyak pengusaha
bangkrut dan mengurangi karyawannya. Contoh masalah sosial seperti pengangguran
ini mengakibatkan permasalahan lainnya seperti kelaparan, kekurangan gizi,
kemiskinan, perjudian dan kejahatan.
3. Kemiskinan
Contoh
masalah sosial di lingkungan setempat selanjutnya ialah masalah
kemiskinan. Dengan semakin banyaknya orang yang menganggur mengakibatkan
semakin tingginya angka kemiskinan. Orang orang miskin tersebut kekurangan
kebutuhan hidup seperti papan, pangan dan sandang. Kemiskinan ini mengakibatkan
terjadinya masalah sosial seperti putus sekolah, stress, kejahatan, kelaparan
dan rentan penyakit. Kemiskinan tersebut dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu
faktor dalam diri seseorang (internal) dan faktor dari luar (eksternal). Untuk
faktor internal misalnya memiliki sifat pemalas, tidak mempunyai keterampilan
dan rendahnya pendidikan. Sedangkan untuk faktor eksternal misalnya harga
kebutuhan pokok yang tinggi, rendahkan perhatian pemerintah dan keadaan ekonomi
negara yang buruk.
13
4. Pertikaian
Contoh
masalah sosial di lingkungan setempat selanjutnya ialah masalah
pertikaian. Pertikaian dapat disebabkan oleh perebutan sesuatu, kesalahpahaman,
dan emosi yang tidak dapat dikendalikan. Hal hal yang dapat diperebutkan dapat
berwujud barang, prinsip ataupun seseorang. Masalah sosial ini dapat terjadi
dalam masyarakat maupun dalam keluarga. Masalah pertikaian dapat berujung pada
korban jiwa. Pertikaian dalam keluarga ataupun masayarakat membuat
ketidaknyamanan dan ketidaktentaraman dalam diri seseorang. Namun semua
pertikaian itu dapat dicegah dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika serta adanya
musyawarah untuk mencapai mufakat.
5. Kenakalan
Remaja
Masalah
sosial di lingkungan setempat selanjutnya ialah masalah kenakalan remaja.
Banyak sekali anak anak muda yang melakukan kebut kebutan dijalan raya. Kebut
kebutan ini sangat mengganggu ketertiban jalan dan membahayakan diri sendiri
maupun orang lain. Adapula kenakalan remaja yang sering kita jumpai seperti
berdandan yang tidak sewajarnya, mencoret coret jalan dan sebagainya. Contoh
masalah sosial ini disebabkan oleh pengaruh lingkungan dalam bergaul, rendahnya
pemahaman tentang nilai nilai keagamaan, kurangnya perhatian orang tua, dan
kurang mantapnya kepribadian diri.
6. Perilaku
Tidak Disiplin
Contoh
masalah sosial di lingkungan setempat selanjutnya ialah masalah kurangnya
kedisiplinan. Misalnya masalah kedisiplinan dijalan raya seperti melawan arus,
parkir sembarangan, pejalan kaki yang menyeberang jalan secara sembarangan,
maupun bus atau angkot yang berhenti sembarangan. Perilaku ketidakdisiplinan
inilah yang membuat kemacetan dijalan raya semakin meningkat.
7. Masalah
Sampah
Contoh
masalah sosial di lingkungan setempat selanjutnya ialah masalah sampah.
Didaerah perkotaan atapun daerah yang padat penduduk banyak sekali sampah yang
dihasilkan. Dengan begitu jumlah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan
semakin menumpuk. Masalah yang ditimbulkan oleh sampah ini merupakan tanggung
jawab bagi Dinas Kebersihan. Jika masalah ini tidak segera diatasi akan
mengakibatkan bau yang tidak sedap maupun menimbulkan penyakit menular
dikalangan masyarakat. Contohnya penyakit pernapasan, paru paru, muntaber, dan
penyakit kulit. Cara mengatasi masalah sosial di lingkungan setempat tersebut
ialah mendaur ulang sampah dan memisahkan antar sampah organik ataupun non
organik.
8. Kelangkaan
Barang Kebutuhan\
Contoh
masalah sosial di lingkungan setempat yang terakhir ialah masalah kelangkaan
barang kebutuhan. Masalah sosial yang satu ini cukup meresahkan masyarakat.
Kelangkaan tersebut juga berakibat tingginya harga sembako. Pihak pemerintah
harus memastikan adanya persediaan barang barang kebutuhan sehari hari.
Masalah
masalah sosial di lingkungan setempat tersebut mengundang perhatian lembaga
lembaga PBB. Lembaga PBB tersebut yaitu WHO, UNICEF dan UNESCO yang ikut
berperan serta dalam membantu Indonesia untuk mengatasi masalah masalah sosial
yang terjadi.
Cara
Mengatasi Masalah Sosial
Adapula cara mengatasi berbagai contoh masalah sosial di lingkungan
setempat yang meliputi :
1. Pemberian kartu Asuransi Kesehatan (Askes).
2. Pemberian beras untuk keluarga miskin (Raskin).
3. Pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
4. Pembentukan sekolah terbuka.
5. Program pendidikan di luar sekolah.
6. Pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT).
7. Pemberian bantuan modal untuk usaha.
Namun cara mengatasi masalah sosial tersebut mendapatkan beberapa hambatan
seperti :
1. Pemberian bantuan pemerintah yang tidak tepat sasaran.
2. Program yang dilaksanakan tidak merata diseluruh wilayah.
3. Kurangnya kedisiplinan petugas pemerintah dalam menyalurkan bantuan.
4. Adanya pihak pihak yang menyalahgunakan bantuan, baik dari luar negeri
ataupun dari pemerintah.
5. Rendahnya kerjasama masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi masalah
sosial.
6. Terdapat pihak pihak yang kurang peduli terhadap masalah sosial.
7. Kurangnya tanggapan penyuluhan dan pelatihan yang diberikan oleh
pemerintah.
D. Hubungan
Antara Individu, Keluarga dan Masyarakat
Sebagai makhluk sosial seorang individu tidak dapat berdiri sendiri, saling
membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan saling mengadakan
hubungan sosial di tengah–tengah masyarakat.
Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana
dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat
penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang
berpribadi.
Sebagai
bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi
fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses
pengembangan individu menjadi seorang yang berpribadi hendaknya diarahkan
sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang individu
menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan diri dan melakukan
hubungan – hubungan sosial di dalam masyarakat yang cukup majemuk.
Jadi,
hubungan antara individu, keluarga, dan masyarakat saling terikat dan tidak
bisa dipisah kan dari sebuah kehidupan di dunia ini karna sebagai individu
tidak bisa hidup sendiri tanpa ada nya bantuan dari individu lain, keluarga
juga merupakan gabungan dari beberapa individu dimana dari keluarga lah
kehidupan sosial bermula dan dari keluarga pula di ajarka norma-norma luhur
dalam kehidupan, masyarakat juga merupakan gabungan yang terdiri dari individu
dan keluarga yang bertempat pada suatu daerah yang saling terikat.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setiap individu, keluarga dan masyarakat memiliki
hubungan yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Hubungan yang
dilandasi oleh nilai, norma dan aturan-aturan diantara komponen-komponen
tersebut. Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu
keluarga dan masyarakat yang menjadi latar belakang keberadaanya. Begitupun
sebaliknya, individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk
membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai
dengan perilaku yang telah ada pada dirinya. Dan barulah dikatakan sebagai
individu jika individu bisa membaur dengan lingkungan sosialnya yaitu
masyarakat
DAFTAR PUSTAKA
Sumber :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar