Artificial
Intelligence (AI) adalah salah satu perkembangannya sebagian orang khawatir AI akan
menggantikan peran manusia sementara yang lain cukup antusias tentang
manfaatnya pengembangan AI di Indonesia masih dalam tahap awal pengembangan dan
masih jauh dari perkembangan true AI. Namun, apa yang berkembang sejauh ini
telah menemukan jalannya ke industri dan perusahaan.
Saat ini, AI dan Big
Data hadir di hampir semua bidang bisnis mulai dari fitur chatbot hingga
layanan transkripsi hukum bertenaga AI yang digunakan oleh firma hukum hingga
penggunaan praktis dalam industri, seperti kesehatan, manufaktur, pendidikan,
dan lain-lain. AI bisa dibilang adalah teknologi yang paling cepat diadopsi
karena menggunakan machine learning, pembelajaran yang dalam, dan kemampuan
pengenalan alami yang dapat digunakan oleh berbagai bisnis baik besar maupun
kecil. Karena potensinya yang tampaknya tidak terbatas, tren AI akan terus
mempengaruhi bisnis dan mendorong inovasi melalui industri di tahun-tahun
mendatang.
Cloud Computing
Cloud computing (atau
komputasi awan) saat ini sudah menjadi sesuatu yang sangat umum, terutama di
kalangan pengembang software. Berbagai keunggulan cloud computing, seperti
dalam skalabilitas, keandalan dan portabilitas membawakan daya tarik
tersendiri, terlebih sistem pembayaran layanan cloud kebanyakan cukup
fleksibel, yakni dibayarkan sesuai dengan penggunaan atau umum disebut dengan
istilah “pay as you use”. Teknologi telah menjadi komponen kritis dalam
operasional bisnis, berbagai kegiatan, terutama yang menghubungkan langsung
dengan konsumen banyak ditompang olehnya, dan salah satu platform yang banyak
digunakan tak lain adalah cloud computing.
Pembiayaan untuk
kebutuhan teknologi dalam lebih diefisienkan dengan pemanfaatan teknologi cloud
computing, seperti meminimalisir biaya pembelanjaan hardware dan pemeliharaan,
namun untuk menciptakan nilai yang optimal bisnis juga harus mengenal betul
kemampuan dan kebutuhannya. Cloud computing menawarkan sistem pembayaran yang
cukup fleksibel, gunakan sumber daya tinggi saat penggunaan tinggi, dan
minimalkan penggunaan sumber daya saat kebutuhan rendah. Hal ini bisa
dicontohkan di beberapa skema bisnis, misalnya sistem yang ramai di masa
tertentu, sebut saja toko online baju muslim.
Sudah cukup banyak pilihan layanan cloud yang saat ini tersaji. Karena bisnis membutuhkan teknologi yang handal untuk operasional bisnis yang berkelanjutan, pastikan bisnis memilih layanan cloud yang sudah teruji dan terpercaya. Setidaknya sudah ada case study atau pihak bisnis yang sebelumnya pernah menggunakan layanan tersebut dan memberikan testimoni baik. Terlepas dari itu layanan global ataupun layanan lokal.
Mobile Computing biasa disebut dengan istilah komputasi bergerak. Secara awam artinya adalah membuat dan mengambil fasilitas komputer yang diperlukan dan perangkat lunak dan menjadikan nya secara utuh menyatu dan dipakai di luar ruangan. Mobile Computing merupakan paradigma dari teknologi yang mampu melakukan komunikasi walaupun user melakukan perpindahan. Merupakan kemajuan teknologi komputer, sering disebut sebagai mobile computer (portable computer) yang dapat berkomunikasi dengan jaringan tanpa kabel (nirkabel). Perlu diperhatikan Mobile Computing tidak sama dengan Wireless Computing.
Banyak jenis komputasi bergerak ini dipakai, sejak tahun
1990-an, yaitu :
· Wearebale
Computer
· Personal
Digital Assistance atau PDA
· Smartphone
· Carputer
· Ultra
Mobile PC, biasa di sebut Notebook
Mengapa harus Mobile Computing ?
Seiring dengan perkembangan zaman, yang semakin maju, dan
semakin luar biasa, maka kebutuhan akan perangkat bergerak dan berkomputasi
semakin di butuhkan. Hampir tidak mungkin kita membawa-bawa Persona Computer
kemana-mana karena ukuran nya yang lumayan besar dan berat sekali. Serta tidak
praktis. Para ilmuwan berpikir ulang untuk menjawab masalah ini. Sehingga
gagasan demi gagasan muncul seiring dengan canggihnya perkembangan dunia, dan
imajinasi seseorang dalam berpikir tentang masa depan.
Konsep awal dari Mobile Computing :
· Handoff :
Kapan dan di mana saja melakukan nya
· Proses
Migrasi: aplikasi infrastruktur pendukung yang mengikuti mobilitas
· Authentication
· Authorization
· Security
Encrypt
Adapun keterbatasan Mobile Computing,
diantaranya :
· Kurangnya
Bandwidth
· Standar
Keamanan
· Konsumsi
Energi
· Potensi
Bahaya Kesehatan
Perangkat Keras Untuk Mobile Computing, ada beberapa
kategori perangkat komputasi portabel yang dapat berjalan di baterai tetapi
tidak biasanya digolongkan sebagai laptop: komputer portabel, PC tablet
keyboardless, Internet tablet, PDA, Ultra Mobile PC (UMPC) dan smartphone.
Ubiquitous Computing istilah ini mungkin sedikit asing
bagi mereka yang baru belajar tentang IT, namun sejatinya Ubiquitous sudah
merebak di Indonesia. Lalu apa itu Ubiquitous? Ubiquitous Computing adalah
adalah metode untuk meningkatkan penggunaan komputer dengan membuat banyak
komputer tersedia di seluruh lingkungan fisik, tetapi membuat mereka secara
efektif terlihat oleh pengguna. Teknologi yang paling mendalam adalah mereka
yang hilang. Mereka menenun sendiri ke dalam kain kehidupan sehari-hari sampai
mereka bisa dibedakan dari itu.
ubiquitous Computing disebut sebagai gelombang ketiga dalam
komputasi. Yang pertama adalah konsep mainframe, dimana sebuah mesin dipakai
oleh banyak orang bersamaan (one computer, many people). Sekarang kita berada
pada era personal computer (komputer pribadi) yaitu seseorang menggunakan
masing-masing mesin yang dimilikinya (one person, one computer). Karena
komputer menjadi semakin murah dan menjadi sangat lazim, selanjutnya akan
datang masa Ubiquitous Computing dan menjadi era “one person, many computers”
Terdapat 2 sifat utama dari Ubiquitous Computing
yakni Ubiquity dan Transparency. Ubiquity adalah
merupakan interaksi yang tidak dilakukan oleh suatu saluran melalui satu
workstation. Akses ke komputer dapat dilakukan di mana saja. Sebagai contoh, di
suatu kantor ada puluhan komputer, layar display, dan sebagainya dengan ukuran
bervariasi mulai dari tombol seukuran jam tangan, Pads sebesar notebook, sampai
papan informasi sebesar papan tulis yang semuanya terhubung ke satu jaringan.
Jaringan nirkabel akan tersedia secara luas untuk mendukung
aksesbergerakdanaksesjarakjauh. Sedangkan transparency merupakan teknologi
yang tidak menganggu keberadaan pemakai, tidak terlihat dan terintegrasi dalam
suatu ekologi yang mencakup perkantoran, perumahan, supermarket, dan sebagainya.
Karakteristik Lingkungan Ubiquitous Computing
·
Personal Device
·
Network Architecture
·
Service Provisioning
·
Sensing Architecture
·
Modes of Interaction
Contoh Ubiquitous Computing
·
handphone
·
Elearning
·
Mobil
·
Ruangan
· Kulkas
Nano Science secara sederhana adalah
sebuah tehnik rekayasa dengan menggunakan dan mengontrol material,zat dan
sistem dalam ukuran sangat kecil nanometer (1 nanometer = 1 per satu
miliar meter, atau 50 ribu kali lebih kecil dari ukuran rambut manusia) berupa atom dan molekul untuk
membuat perangkat atau instrumen berukuran sangat kecil.
Definisinya dalam Bahasa Inggris, "Nano is
very small; one billionth the size of something". Sedangkan "Nanometer
is a unit of measurement that is one billionth of a meter". Sementara
"Nanotechnology is the science of working with atoms and molecules
at the nanoscale to build devices that are extremely small."
Bagi orang awam teknologi nano belum terasa
manfaatnya saat ini, namun untuk kehidupan masa depan penguasaan teknologi
rekayasa ini akan membuat hidup umat manusia jauh lebih efisien, murah dan
sehat karena jangkauan teknologinya yang meliputi aneka bidang dan jasa.
Sayangnya Indonesia "sangat ketinggalan" dalam
menginformasikan dan mensosialisasikan manfaat dari teknologi nano yang
"cukup baru" ini karena hingga saat ini baru sedikit negara di dunia
yang benar-benar serius mengolah teknologi ini.
Mungkin bagi sebagian orang masih menganggap remeh materi
hasil rekayasa teknologi nano berukuran kecil karena hanya mengandung atom dan molekul ini
yang memang tidak bisa dilihat dengan kasat mata sehingga memerlukan mikroskop
dan perangkat khusus, namun jangan salah zat ini mampu menciptakan perangkat
yang sangat kuat dan bertenaga. Pada nanoscale (skala nano), banyak
cara untuk mengubah kualitas materinya termasuk kekuatannya (strength), beratnya (weight) dan
tahan lamanya (durability). Para ilmuwan yang menciptakan materi semacam
ini menggunakan ukuran dalam nanoscale.
Nanotechnology secara sederhana adalah sebuah tehnik rekayasa dengan
menggunakan dan mengontrol material,zat dan sistem dalam ukuran sangat kecil nanometer (1
nanometer = 1 per satu miliar meter, atau 50 ribu kali lebih kecil dari ukuran
rambut manusia) berupa atom dan molekul untuk membuat
perangkat atau instrumen berukuran sangat kecil.
Definisinya dalam Bahasa Inggris, "Nano is
very small; one billionth the size of something". Sedangkan "Nanometer
is a unit of measurement that is one billionth of a meter". Sementara
"Nanotechnology is the science of working with atoms and molecules
at the nanoscale to build devices that are extremely small."
Bagi orang awam teknologi nano belum terasa
manfaatnya saat ini, namun untuk kehidupan masa depan penguasaan teknologi
rekayasa ini akan membuat hidup umat manusia jauh lebih efisien, murah dan
sehat karena jangkauan teknologinya yang meliputi aneka bidang dan jasa.
Sayangnya Indonesia "sangat ketinggalan" dalam
menginformasikan dan mensosialisasikan manfaat dari teknologi nano yang
"cukup baru" ini karena hingga saat ini baru sedikit negara di dunia
yang benar-benar serius mengolah teknologi ini.
Mungkin bagi sebagian orang masih menganggap remeh materi
hasil rekayasa teknologi nano berukuran kecil karena hanya mengandung atom dan molekul ini
yang memang tidak bisa dilihat dengan kasat mata sehingga memerlukan mikroskop
dan perangkat khusus, namun jangan salah zat ini mampu menciptakan perangkat
yang sangat kuat dan bertenaga. Pada nanoscale (skala nano), banyak
cara untuk mengubah kualitas materinya termasuk kekuatannya (strength), beratnya (weight) dan
tahan lamanya (durability). Para ilmuwan yang menciptakan materi semacam
ini menggunakan ukuran dalam nanoscale.
Contoh rekayasa teknologi ini adalah zat karbon yang
ada dalam bentuk grafit (graphite) seperti yang ada dalam ujung
pensil (pencil lead) yang kita tahunya bisa diraba dengan lembut
atau lunak (soft) dan gampang dibentuk (malleable), ternyata ketika
materinya dijadikan ukuran skala nano (nanoscale) bisa menjadi bahan
yang lebih kuat dari baja (steel) namun lebih ringan enam kali.
Dalam dunia kesehatan manfaat nanotechnology terbukti
sanggup mengganti materi seukuran atom atau molekul yang
rusak dalam sel tubuh pasien yang sakit.Proses chemoteraphy khususnya
telah diterapkan teknologi ini sehingga tidak "menyakiti" pasien yang
sedang dalam perawatan.
Grid Technology
Grid computing merupakan salah satu jenis dari
komputasi modern. Grid computing adalah arsitektur yang menghasilkan sistem
informasi perusahaan yang berbiaya rendah dan lebih adaptif terhadap bisnis.
Grid computing juga dapat diartikan resource dan penyelesaian masalah
terkoordinasi dalam organisasi virtual yang dinamis dan multi-institusional.
Grid computing memiliki perbedaan yang lebih menonjol dan diterapkan pada sisi
infrastruktur dari penyelesaian suatu proses. Grid computing adalah suatu
bentuk cluster (gabungan) komputer – komputer yang cenderung tak terikat
batasan geografi.
Pemilihan nama Grid sendiri adalah sebagai bentuk kiasan
bagi pembuatan computer power agar dapat diakses semudah
mengakses electric power, sehingga harus memiliki kemampuan untuk
mengakses computing power (CPUs), aplikasi perangkat lunak dan data
penelitian dalam suatu bentuk “on-demand”.
Berikut adalah beberapa konsep dasar dalam Grid Computing:
Sumber daya dikelola dan dikendalikan secara lokal.
Sumber daya berbeda dapat mempunyai kebijakan dan mekanisme
berbeda, mencakup Sumber daya komputasi dikelola oleh sistem batch berbeda,
Sistem storage berbeda pada node berbeda, Kebijakan berbeda dipercayakan kepada
user yang sama pada sumber daya berbeda pada Grid.
Sifat alami dinamis: Sumber daya dan pengguna dapat sering
berubah
Lingkungan kolaboratif bagi e-community (komunitas
elektronik, di internet)
Secara umum, elemen-elemen dari infrastruktur Grid adalah
Hardware/Sumber daya (Dibuat tersedia dari site-site
berbeda yang terdistribusi secara geografis, mencakup CPU/Storage/Instruments,
dll…)
Software: Sesuatu yang menghubungkan bersama-sama semua
sumber daya ini: Beberapa aplikasi untuk menggunakan sumber daya komputasi yang
dibuat tersedia
Orang-orang: Siapa yang memelihara Grid, dan Siapa yang
menggunakan Grid
Middleware adalah lapisan atau layer perangkat lunak
(software) yang terletak antara sistem operasi dan aplikasi. Elemen-elemen
dasar dari Middleware ini adalah
Keamanan (security)
Pengelolaan sumber daya (resource management)
Pengelolaan data (data management)
Layanan informasi (information services).
Tiga hal yang di sharing dalam sebuah sistem grid
antara lain : Resource, Network dan Proses. Kegunaan atau layanan dari
sistem grid sendiri adalah untuk melakukan high throughput computing dibidang
penelitian, ataupun proses komputasi lain yang memerlukan banyak resource
komputer
Berikut ini contoh Beberapa kluster/grid computing yang ada
di Indonesia adalah:
LIPI Public Cluster (http://www.cluster.lipi.go.id/)
Kluster Rekayasa Komputasional ITB (http://computational.engineering.or.id)
NL Grid UGM (http://grid.te.ugm.ac.id/docs/)
Grid UI (http://grid.ui.ac.id/)
Penggunaan Grid Computing System untuk
perusahaan-perusahaan akan banyak memberikan manfaat, baik manfaat secara
langsung maupun tidak langsung. Beberapa manfaat tersebut antara lain :
Grid computing menjanjikan peningkatan utilitas, dan
fleksibilitas yang lebih besar untuk sumberdaya infrastruktur, aplikasi dan
informasi. Dan juga menjanjikan peningkatan produktivitas kerja perusahaan.
Grid computing bisa memberi penghematan uang, baik dari
sisi investasi modal maupun operating cost–nya.
Dan beberapa hambatan yang dialami oleh masyarakat
Indonesia dalam mengaplikasikan teknologi grid computing adalah sebagai berikut
:
Manajemen institusi yang terlalu birokratis menyebabkan
mereka enggan untuk merelakan fasilitas yang dimiliki untuk digunakan secara
bersama agar mendapatkan manfaat yan lebih besar bagi masyarakat luas.
Masih sedikitnya Sumber Daya Manusia yang kompeten dalam
mengelola grid computing. Contonhya kurangnya pengetahuan yang mencukupi bagi
teknisi IT maupun user non teknisi mengenai manfaat dari grid computing itu
sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar