Minggu, 18 Oktober 2020

Jelaskan tren teknologi yang akan berkembang di masa depan

 

Artificial Intelligence (AI) adalah salah satu perkembangannya sebagian orang khawatir AI akan menggantikan peran manusia sementara yang lain cukup antusias tentang manfaatnya pengembangan AI di Indonesia masih dalam tahap awal pengembangan dan masih jauh dari perkembangan true AI. Namun, apa yang berkembang sejauh ini telah menemukan jalannya ke industri dan perusahaan.

Saat ini, AI dan Big Data hadir di hampir semua bidang bisnis mulai dari fitur chatbot hingga layanan transkripsi hukum bertenaga AI yang digunakan oleh firma hukum hingga penggunaan praktis dalam industri, seperti kesehatan, manufaktur, pendidikan, dan lain-lain. AI bisa dibilang adalah teknologi yang paling cepat diadopsi karena menggunakan machine learning, pembelajaran yang dalam, dan kemampuan pengenalan alami yang dapat digunakan oleh berbagai bisnis baik besar maupun kecil. Karena potensinya yang tampaknya tidak terbatas, tren AI akan terus mempengaruhi bisnis dan mendorong inovasi melalui industri di tahun-tahun mendatang.


Cloud Computing

Cloud computing (atau komputasi awan) saat ini sudah menjadi sesuatu yang sangat umum, terutama di kalangan pengembang software. Berbagai keunggulan cloud computing, seperti dalam skalabilitas, keandalan dan portabilitas membawakan daya tarik tersendiri, terlebih sistem pembayaran layanan cloud kebanyakan cukup fleksibel, yakni dibayarkan sesuai dengan penggunaan atau umum disebut dengan istilah “pay as you use”. Teknologi telah menjadi komponen kritis dalam operasional bisnis, berbagai kegiatan, terutama yang menghubungkan langsung dengan konsumen banyak ditompang olehnya, dan salah satu platform yang banyak digunakan tak lain adalah cloud computing.

Pembiayaan untuk kebutuhan teknologi dalam lebih diefisienkan dengan pemanfaatan teknologi cloud computing, seperti meminimalisir biaya pembelanjaan hardware dan pemeliharaan, namun untuk menciptakan nilai yang optimal bisnis juga harus mengenal betul kemampuan dan kebutuhannya. Cloud computing menawarkan sistem pembayaran yang cukup fleksibel, gunakan sumber daya tinggi saat penggunaan tinggi, dan minimalkan penggunaan sumber daya saat kebutuhan rendah. Hal ini bisa dicontohkan di beberapa skema bisnis, misalnya sistem yang ramai di masa tertentu, sebut saja toko online baju muslim.

Sudah cukup banyak pilihan layanan cloud yang saat ini tersaji. Karena bisnis membutuhkan teknologi yang handal untuk operasional bisnis yang berkelanjutan, pastikan bisnis memilih layanan cloud yang sudah teruji dan terpercaya. Setidaknya sudah ada case study atau pihak bisnis yang sebelumnya pernah menggunakan layanan tersebut dan memberikan testimoni baik. Terlepas dari itu layanan global ataupun layanan lokal.

 Mobile Computing biasa disebut dengan istilah komputasi bergerak. Secara awam artinya adalah membuat dan mengambil fasilitas komputer yang diperlukan dan perangkat lunak dan menjadikan nya secara utuh menyatu dan dipakai di luar ruangan. Mobile Computing merupakan paradigma dari teknologi yang mampu melakukan komunikasi walaupun user melakukan perpindahan. Merupakan kemajuan teknologi komputer, sering disebut sebagai mobile computer (portable computer) yang dapat berkomunikasi dengan jaringan tanpa kabel (nirkabel). Perlu diperhatikan Mobile Computing tidak sama dengan Wireless Computing.

Banyak jenis komputasi bergerak ini dipakai, sejak tahun 1990-an, yaitu :

·         Wearebale Computer

·         Personal Digital Assistance atau PDA

·         Smartphone

·         Carputer

·         Ultra Mobile PC, biasa di sebut Notebook

Mengapa harus Mobile Computing ?

Seiring dengan perkembangan zaman, yang semakin maju, dan semakin luar biasa, maka kebutuhan akan perangkat bergerak dan berkomputasi semakin di butuhkan. Hampir tidak mungkin kita membawa-bawa Persona Computer kemana-mana karena ukuran nya yang lumayan besar dan berat sekali. Serta tidak praktis. Para ilmuwan berpikir ulang untuk menjawab masalah ini. Sehingga gagasan demi gagasan muncul seiring dengan canggihnya perkembangan dunia, dan imajinasi seseorang dalam berpikir tentang masa depan.

Konsep awal dari Mobile Computing :

 

·        Handoff : Kapan dan di mana saja melakukan nya

·        Proses Migrasi: aplikasi infrastruktur pendukung yang mengikuti mobilitas

·        Authentication

·        Authorization

·        Security Encrypt

Adapun keterbatasan Mobile Computing, diantaranya :

·        Kurangnya Bandwidth

·        Standar Keamanan

·        Konsumsi Energi

·        Potensi Bahaya Kesehatan

Perangkat Keras Untuk Mobile Computing, ada beberapa kategori perangkat komputasi portabel yang dapat berjalan di baterai tetapi tidak biasanya digolongkan sebagai laptop: komputer portabel, PC tablet keyboardless, Internet tablet, PDA, Ultra Mobile PC (UMPC) dan smartphone.

 

Ubiquitous Computing istilah ini mungkin sedikit asing bagi mereka yang baru belajar tentang IT, namun sejatinya Ubiquitous sudah merebak di Indonesia. Lalu apa itu Ubiquitous? Ubiquitous Computing adalah adalah metode untuk meningkatkan penggunaan komputer dengan membuat banyak komputer tersedia di seluruh lingkungan fisik, tetapi membuat mereka secara efektif terlihat oleh pengguna. Teknologi yang paling mendalam adalah mereka yang hilang. Mereka menenun sendiri ke dalam kain kehidupan sehari-hari sampai mereka bisa dibedakan dari itu.

ubiquitous Computing disebut sebagai gelombang ketiga dalam komputasi. Yang pertama adalah konsep mainframe, dimana sebuah mesin dipakai oleh banyak orang bersamaan (one computer, many people). Sekarang kita berada pada era personal computer (komputer pribadi) yaitu seseorang menggunakan masing-masing mesin yang dimilikinya (one person, one computer). Karena komputer menjadi semakin murah dan menjadi sangat lazim, selanjutnya akan datang masa Ubiquitous Computing dan menjadi era “one person, many computers”

Terdapat 2 sifat utama dari Ubiquitous Computing yakni Ubiquity dan Transparency. Ubiquity adalah merupakan interaksi yang tidak dilakukan oleh suatu saluran melalui satu workstation. Akses ke komputer dapat dilakukan di mana saja. Sebagai contoh, di suatu kantor ada puluhan komputer, layar display, dan sebagainya dengan ukuran bervariasi mulai dari tombol seukuran jam tangan, Pads sebesar notebook, sampai papan informasi sebesar papan tulis yang semuanya terhubung ke satu jaringan. Jaringan nirkabel akan tersedia secara luas untuk mendukung aksesbergerakdanaksesjarakjauh. Sedangkan transparency merupakan teknologi yang tidak menganggu keberadaan pemakai, tidak terlihat dan terintegrasi dalam suatu ekologi yang mencakup perkantoran, perumahan, supermarket, dan sebagainya.

Karakteristik Lingkungan Ubiquitous Computing

·        Personal Device

·        Network Architecture

·        Service Provisioning

·        Sensing Architecture

·        Modes of Interaction

Contoh Ubiquitous Computing

·        handphone

·        Elearning

·        Mobil

·        Ruangan

·        Kulkas


Nano Science secara sederhana adalah sebuah tehnik rekayasa dengan menggunakan dan mengontrol material,zat dan sistem dalam ukuran sangat kecil nanometer (1 nanometer = 1 per satu miliar meter, atau 50 ribu kali lebih kecil dari ukuran rambut manusia) berupa atom dan molekul untuk membuat perangkat atau instrumen berukuran sangat kecil.

Definisinya dalam Bahasa Inggris, "Nano is  very small; one billionth the size of something". Sedangkan "Nanometer is a unit of measurement that is one billionth of a meter". Sementara "Nanotechnology  is the science of working with atoms and molecules at the nanoscale to build devices that are extremely small."   

Bagi orang awam teknologi nano belum terasa manfaatnya saat ini, namun untuk kehidupan masa depan penguasaan teknologi rekayasa ini akan membuat hidup umat manusia jauh lebih efisien, murah dan sehat karena jangkauan teknologinya yang meliputi aneka bidang dan jasa. Sayangnya Indonesia "sangat ketinggalan" dalam menginformasikan dan mensosialisasikan manfaat dari teknologi nano yang "cukup baru" ini karena hingga saat ini baru sedikit negara di dunia yang benar-benar serius mengolah teknologi ini.

Mungkin bagi sebagian orang masih menganggap remeh materi hasil rekayasa teknologi nano berukuran kecil karena hanya mengandung atom dan molekul ini yang memang tidak bisa dilihat dengan kasat mata sehingga memerlukan mikroskop dan perangkat khusus, namun jangan salah zat ini mampu menciptakan perangkat yang sangat kuat dan bertenaga. Pada nanoscale (skala nano), banyak cara untuk mengubah kualitas materinya termasuk kekuatannya (strength), beratnya (weight) dan tahan lamanya (durability). Para ilmuwan yang menciptakan materi semacam ini menggunakan ukuran dalam nanoscale.


Nanotechnology
 secara sederhana adalah sebuah tehnik rekayasa dengan menggunakan dan mengontrol material,zat dan sistem dalam ukuran sangat kecil nanometer (1 nanometer = 1 per satu miliar meter, atau 50 ribu kali lebih kecil dari ukuran rambut manusia) berupa atom dan molekul untuk membuat perangkat atau instrumen berukuran sangat kecil.

Definisinya dalam Bahasa Inggris, "Nano is  very small; one billionth the size of something". Sedangkan "Nanometer is a unit of measurement that is one billionth of a meter". Sementara "Nanotechnology  is the science of working with atoms and molecules at the nanoscale to build devices that are extremely small."   

Bagi orang awam teknologi nano belum terasa manfaatnya saat ini, namun untuk kehidupan masa depan penguasaan teknologi rekayasa ini akan membuat hidup umat manusia jauh lebih efisien, murah dan sehat karena jangkauan teknologinya yang meliputi aneka bidang dan jasa. Sayangnya Indonesia "sangat ketinggalan" dalam menginformasikan dan mensosialisasikan manfaat dari teknologi nano yang "cukup baru" ini karena hingga saat ini baru sedikit negara di dunia yang benar-benar serius mengolah teknologi ini.

Mungkin bagi sebagian orang masih menganggap remeh materi hasil rekayasa teknologi nano berukuran kecil karena hanya mengandung atom dan molekul ini yang memang tidak bisa dilihat dengan kasat mata sehingga memerlukan mikroskop dan perangkat khusus, namun jangan salah zat ini mampu menciptakan perangkat yang sangat kuat dan bertenaga. Pada nanoscale (skala nano), banyak cara untuk mengubah kualitas materinya termasuk kekuatannya (strength), beratnya (weight) dan tahan lamanya (durability). Para ilmuwan yang menciptakan materi semacam ini menggunakan ukuran dalam nanoscale.

Contoh rekayasa teknologi ini adalah zat karbon yang ada dalam bentuk grafit (graphite) seperti  yang ada dalam ujung pensil (pencil lead) yang kita tahunya  bisa diraba dengan lembut atau lunak (soft) dan gampang dibentuk (malleable), ternyata ketika materinya dijadikan ukuran skala nano (nanoscale) bisa menjadi bahan yang lebih kuat dari baja (steel) namun lebih ringan enam kali.

Dalam dunia kesehatan manfaat nanotechnology terbukti sanggup mengganti materi seukuran atom atau molekul yang rusak dalam sel tubuh pasien yang sakit.Proses chemoteraphy khususnya telah diterapkan teknologi ini sehingga tidak "menyakiti" pasien yang sedang dalam perawatan.     


Grid Technology

Grid computing merupakan salah satu jenis dari komputasi modern. Grid computing adalah arsitektur yang menghasilkan sistem informasi perusahaan yang berbiaya rendah dan lebih adaptif terhadap bisnis. Grid computing juga dapat diartikan resource dan penyelesaian masalah terkoordinasi dalam organisasi virtual yang dinamis dan multi-institusional. Grid computing memiliki perbedaan yang lebih menonjol dan diterapkan pada sisi infrastruktur dari penyelesaian suatu proses. Grid computing adalah suatu bentuk cluster (gabungan) komputer – komputer yang cenderung tak terikat batasan geografi.

Pemilihan nama Grid sendiri adalah sebagai bentuk kiasan bagi pembuatan computer power agar dapat diakses semudah mengakses electric power, sehingga harus memiliki kemampuan untuk mengakses computing power (CPUs), aplikasi perangkat lunak dan data penelitian dalam suatu bentuk “on-demand”.

 

Berikut adalah beberapa konsep dasar dalam Grid Computing:

Sumber daya dikelola dan dikendalikan secara lokal.

Sumber daya berbeda dapat mempunyai kebijakan dan mekanisme berbeda, mencakup Sumber daya komputasi dikelola oleh sistem batch berbeda, Sistem storage berbeda pada node berbeda, Kebijakan berbeda dipercayakan kepada user yang sama pada sumber daya berbeda pada Grid.

Sifat alami dinamis: Sumber daya dan pengguna dapat sering berubah

Lingkungan kolaboratif bagi e-community (komunitas elektronik, di internet)

Secara umum, elemen-elemen dari infrastruktur Grid adalah

Hardware/Sumber daya (Dibuat tersedia dari site-site berbeda yang terdistribusi secara geografis, mencakup CPU/Storage/Instruments, dll…)

Software: Sesuatu yang menghubungkan bersama-sama semua sumber daya ini: Beberapa aplikasi untuk menggunakan sumber daya komputasi yang dibuat tersedia

Orang-orang: Siapa yang memelihara Grid, dan Siapa yang menggunakan Grid

Middleware adalah lapisan atau layer perangkat lunak (software) yang terletak antara sistem operasi dan aplikasi. Elemen-elemen dasar dari Middleware ini adalah

Keamanan (security)

Pengelolaan sumber daya (resource management)

Pengelolaan data (data management)

Layanan informasi (information services).

Tiga hal yang di sharing dalam sebuah sistem grid antara lain : Resource, Network dan Proses. Kegunaan atau layanan dari sistem grid sendiri adalah untuk melakukan high throughput computing dibidang penelitian, ataupun proses komputasi lain yang memerlukan banyak resource komputer

 

Berikut ini contoh Beberapa kluster/grid computing yang ada di Indonesia adalah:

LIPI Public Cluster (http://www.cluster.lipi.go.id/)

Kluster Rekayasa Komputasional ITB (http://computational.engineering.or.id)

NL Grid UGM (http://grid.te.ugm.ac.id/docs/)

Grid UI (http://grid.ui.ac.id/)

Penggunaan Grid Computing System untuk perusahaan-perusahaan akan banyak memberikan manfaat, baik manfaat secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa manfaat tersebut antara lain :

Grid computing menjanjikan peningkatan utilitas, dan fleksibilitas yang lebih besar untuk sumberdaya infrastruktur, aplikasi dan informasi. Dan juga menjanjikan peningkatan produktivitas kerja perusahaan.

Grid computing bisa memberi penghematan uang, baik dari sisi investasi modal maupun operating cost–nya.

Dan beberapa hambatan yang dialami oleh masyarakat Indonesia dalam mengaplikasikan teknologi grid computing adalah sebagai berikut :

Manajemen institusi yang terlalu birokratis menyebabkan mereka enggan untuk merelakan fasilitas yang dimiliki untuk digunakan secara bersama agar mendapatkan manfaat yan lebih besar bagi masyarakat luas.

Masih sedikitnya Sumber Daya Manusia yang kompeten dalam mengelola grid computing. Contonhya kurangnya pengetahuan yang mencukupi bagi teknisi IT maupun user non teknisi mengenai manfaat dari grid computing itu sendiri.

 


 












 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peningkatan Layanan Berkelanjutan

  Peningkatan Layanan Berkelanjutan Disusun Oleh : Zehan Fahlevi (16119839) FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI UNIVERSITAS GUNAD...